Gempa-Tsunami Palu, Sutopo: 844 Orang Dinyatakan Meninggal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

394

JAKARTA — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga saat ini berjumlah 844 orang bertambah dari sebelumnya 832.

“Korban tewas terbanyak berada di Palu yakni 821 orang, sedangkan di Donggala 11 orang dan Kabupaten Parigi Moutong 12 orang. 744 orang sudah terverifikasi,” katanya dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Disebutkan, untuk korban yang sudah berhasil diidentifikasi, akan segera dilakukan pemakaman massal di sebuah lapangan dengan aturan dan tata cara yang berlaku.

Dikatakan, untuk korban luka yang terdata berjumlah 632 orang dan saat ini dirawat di berbagai rumah sakit. Sementara untuk pengungsi mencapai 48 ribu orang di Palu.

“Data pengungsi di Donggala dan wilayah lainnya belum bisa terdata jumlahnya berapa, dan saat ini kita terus melakukan kordinasi di lapangan,” ujarnya.

Masyarakat yang menyelamatkan diri ke atas bukti, juga telah mulai turun dan bergabung dengan warga lainnya di 103 titik pengungsian.

“Di sisi lain, 90 orang masih dinyatakan hilang, dan proses pencarian dan evaluasi terus dilakukan,” sebutnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: M. Hajoran Pulungan

Evakuasi, pencarian dan penyelamatan saat ini dibantu personel dan perlengkapan Tim SAR gabungan, yang terus berdatangan dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian ESDM. Tim Basarnas dan Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban di Kota Palu.

Hingga saat ini, yang menjadi kendala di antaranya adalah karena listrik padam, akses komunikasi, alat berat terbatas, jumlah personel dan perlengkapan perlu ditambah dan diperburuk dengan kondisi jalan rusak yang menyulitkan proses masuk alat berat dari luar Palu.

Lebih jauh Sutopo mengatakan, hingga saat ini baru Kota Palu, yang terdata dan tertangani. Sedangkan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum ada laporan karena listrik padam dan komunikasi putus.

Baca Juga
Lihat juga...