Gubernur: Kinerja Kepala Dinas di Sumbar Jauh dari Kata Inovatif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

177

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyoroti kinerja para kepala dinasnya di sejumah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih jauh dari kata-kata inovatif. Padahal, kemajuan zaman terus terjadi.

Ia menyatakan, para pejabat eselon II dan jajarannya haruslah senantiasa berpikir inovatif dan di luar praktik yang lazim dilakukan (out-of-the-box) dalam pelayanan kepada publik. Dengan demikian, akan terciptanya layanan yang baik, dan memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat.

“Jangan tiap hari masuk ruangan, terus tandatangan disposisi, terus rapat, lalu jam empat pulang. Itu namanya business-as-usual. Berinovasilah, agar hari ini lebih baik dari kemarin,” katanya dalam Rapat Innovative Goverment Award di Ruang Pertemuan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (3/10/2018).

Inovasi dan gagasan-gagasan di luar praktik yang lazim dilakukan sebagaimana disebutkan sebelumnya oleh Irwan, harus pula memberikan pengaruh signifikan terhadap birokrasi dan pelayanan publik. Seperti meringkas alur yang panjang, mempercepat proses lama, memaksimalkan hasil kerja, atau meminimalkan hingga meniadakan resiko-resiko pekerjaan.

“Kerja jadinya cepat dan hasilnya maksimal. Tidak ada lagi kata kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, kalau bisa diperlama kenapa dipercepat. Itu dulu, tidak dapat lagi kita pakai sekarang. Jadi mari berpikir inovatif,” tegasnya.

Gubernur juga menyinggung internet-of-things yang kerap menjadi pilihan favorit dan seringkali diterjemahkan sebagai satu-satunya wahana inovasi. Dikatakannya, walau teknologi informasi (TI) yang kini berkembang bisa membantu dalam banyak hal, namun, tidak berarti inovasi menjadi sangat tergantung pada TI.

“Memang akan sangat terbantu dengan teknologi, namun tidak harus. Tidak perlu yang susah-susah. Tidak apa sederhana asal berdayaguna,” jelasnya.

Sebagai upaya menimbang pentingnya inovasi bagi peningkatan kinerja dan pelayanan pemerintahan, di kesempatan Irwan memerintahkan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumatera Barat untuk melahirkan setidaknya 10 buah.

“Kita apresiasi Kemendagri karena ini (inovasi) dilombakan. Tapi bagi kita bukan ini targetnya. Target kita bagaimana kita mencapai outcome dari key indicators kita. Oleh karena itu, saya memaksa, dalam tanda kutip, tiap OPD membuat 10 buah,” perintahnya.

 

Baca Juga
Lihat juga...