Gunung Anak Krakatau Alami 40 Kegempaan Letusan

179
Anak Gunung Krakatau - Dokumentasi CDN

BANDARLAMPUNG – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang pengamatan Sabtu (13/10/2018) hingga Minggu (14/10/2018) dini hari, menunjukkan aktivitas kegempaan letusan 40 kali. Kondisi tersebut teramati dari sinar api serta aliran lava pijar ke arah selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meneruskan laporan pengamatan GAK disampaikan Windi Cahya Untung, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan GAK, periode pengamatan 13 Oktober 2018 pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB menyebut, visual malam dari CCTV teramati sinar api dan aliran lava pijar ke arah selatan.

Kemudian, terdengar suara dentuman di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Gunung api di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut tersebut, sepanjang pengamatan, mengalami aktivitas kegempaan letusan 40 kali, amplitudo 10-27 mm, durasi 5-35 detik.

Tektonik Jauh satu kali, amplitudo 5 mm, S-P tidak terbaca, durasi 43 detik. Tremor Menerus amplitudo 1-6 mm (dominan 1 mm). Sepanjang pengamatan itu, kondisi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah, hingga sedang ke arah timur laut, timur, dan tenggara. Suhu udara 25-33 derajat celsius, kelembapan udara 57-84 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Visual gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari kawah.

Sementara itu, BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca hujan, pada sejumlah wilayah di Provinsi Lampung Minggu (14/10/2018) hingga Senin (15/10/2018) pagi. Namun demikian, belum ada peringatan dini kewaspadaan kondisi cuaca buruk. Tim Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, di Branti, apabila terjadi perubahan cuaca yang signifikan, akan dilakukan pembaharuan informasi.

Prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku 14 Oktober pukul 07.00 WIB sampai dengan 15 Oktober 2018 pukul 07.00 WIB, angin secara umum bertiup dari arah selatan hingga barat, dengan kecepatan antara 3-15 knots. Jarak pandang berkisar antara lima hingga 10 kilometer.

Suhu udara secara umum berkisar antara 24-34 derajat Celsius, kecuali Lampung bagian barat (Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 17-31 derajat Celsius. Kelembapan udara secara umum berkisar antara 45-90 persen, kecuali Lampung bagian barat (Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 60-95 persen.

Secara umum wilayah Lampung diprakirakan pagi hari berpotensi hujan di wilayah Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, dan Pesisir Barat. Siang hari berpotensi hujan di wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, Way Kanan, Mesuji, Tulangbawang Barat, Lampung Tengah, dan Pesisir Barat. Malam hari berpotensi hujan di wilayah Kabupaten Way Kanan, Tulangbawang, Mesuji, dan Tulangbawang Barat. Dini hari berpotensi hujan di wilayah Tulangbawang dan Lampung Tengah. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...