Gunung Kidul Sempurnakan Aplikasi Mobsi ASN

153
Ilustrasi. ASN. Dokumentasi CDN

GUNUNG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya menyempurnakan aplikasi Mobile Absensi (Mobsi) Aparatur Sipil Negara (ASN), yang rencananya segera diresmikan pada akhir tahun ini.

“Penggunaan aplikasi melalui ponsel ini, bisa meningkatkan disiplin para pegawai. Adapun cara kerjanya, setiap pegawai saat melakukan absensi tidak harus datang ke kantor, karena dapat dilakukakan dengan gawai yang sudah terpasang aplikasi tersebut,” kata Kepala Bidang Status Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai BKPP Gunung Kidul, Iskandar di Gunung Kidul, Sabtu (13/10/2018).

Sistem absensi menggunakan aplikasi mobsi masih dalam uji coba. Namun ke depannya, aplikasi ini akan diterapkan bagi seluruh pegawai di lingkup pemkab. “Dari jumlah PNS 8.429 orang, yang sudah mendaftar mobsi 8.037 orang. Hanya saja, tidak semua pegawai aktif menggunakan aplikasi ini, karena yang tercatat sering mengakses baru 6.592 pegawai,” ungkapnya.

Saat ini, pemerintah sedang berusaha melakukan perbaikan aplikasi, agar penggunaannya bisa lancar. “Akhir tahun akan dipergunakan sepenuhnya, nantinya akan dilakukan penyempurnaan, seperti proses loading hingga akses jaringan,” tandasnya.

Iskandar menjelaskan, cara kerja dari aplikasi itu lebih simpel, karena pegawai tidak harus melakukan absensi di kantor. Proses absensi dapat dilakukan dimana saja, melalui smartphone milik masing-masing pegawai. Penggunaan aplikasi mobsi lebih efisien, karena dapat menghemat waktu para pegawai.

Sebagai contoh, saat seorang pegawai mendapatkan tugas ke luar kantor, maka pegawai bisa langsung ke lokasi, karena absensi dapat dilakukan dari luar kantor. “Mobsi terkoneksi dengan GPS, sehingga akan ketahuan dimana posisi pegawai yang bersangkutan,” tandasnya.

Saat ini, dari uji coba yang dilakukan, masih ada beberapa keluhan seperti lambatnya aplikasi pada jam-jam tertentu, kemudian sinyal di daerah pinggiran yang kurang mendukung. Sehingga masih perlu ada perlakuan khusus. “Saat ini masih menggunakan sidik jari dan aplikasi mobsi untuk absen PNS. Di 2019 saya harap sudah menggunakan mobsi secara keseluruhan,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...