Gurih Pedas Sambal Gepeng Khas Jawa

Editor: Koko Triarko

220
YOGYAKARTA – Tak banyak sambal yang memiliki cita rasa unik, seperti Sambal Gepeng. Sambal yang biasa digunakan sebagai salah satu komponen Sego Wiwit dalam tradisi Wiwitan ini memang memiliki ciri khas tersendiri.
Seperti sambal pada umumnya, Sambal Gepeng memiliki cita rasa utama pedas. Namun tak hanya pedas, Sambel Gepeng juga memiliki gabungan cita rasa lain, mulai dari asin hingga gurih.
Didominasi warna hitam, Sambel Gepeng terbuat dari bahan utama kacang tholo yang memang berwarna hitam. Sehingga sambal ini juga biasa disebut sebagai Sambal Tholo.
Cita rasa gurih pada sambal gepeng berasal dari kacang tholo yang diulek halus hingga menjadi serpihan-serpihan kecil. Sementara rasa asin berasal dari ikan asin yang dicampur bersama bahan lainnya.
Salah seorang pembuat Sambal Gepeng di Bantul, Sri Harminah, menjelaskan bagaimana cara membuat sambal gepeng atau sambal tholo yang biasa disamakan dengan bumbu Sego Wiwit ini.
“Bahan-bahannya, antara lain kacang tholo, gereh (ikan asin), bawang putih, garam, kencur, daun jeruk purut serta cabai,” katanya.
Untuk membuatnya, pertama-tama, kacang tholo mentah dicuci bersih. Setelah itu, digoreng. Kemudian dihancurkan kacang tholo tersebut hingga menjadi serpihan kecil dengan cara diulek. Jangan lupa tambahkan garam secukupnya.
“Setelah hancur, tambahkan bumbu, baik itu bawang, kencur, daun jeruk purut, serta cabai sesuai selera. Setelah diulek rata, baru tambahkan ikan asin yang telah digoreng garing sebelumnya,” katanya.
Tanpa menunggu lama, sambal gepeng atau sambal tholo pun siap disajikan. Biasanya, masyarakat Jawa, khususnya Yogyakarta, menyajikan sambal gepeng ini bersama dengan nasi putih hangat. Yakni, dengan ditambahkan lauk berupa telur rebus.
“Di sini nasi dengan bumbu sambal gepeng atau sambel tholo ini juga disebut sego wiwit. Saya biasa berjualan sego wiwit ini ke warung-warung atau sekolah-sekolah. Satu bungkus saya jual Rp2.000-4.000,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...