Hari ke-5, BNPB Tetapkan Langkah Prioritas untuk Donggala dan Palu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

236

JAKARTA — Memasuki hari ke-5 bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Badan Nasional Penganggulangan Bencana menyatakan akan melakukan tujuh langkah prioritas selama 14 hari masa tanggap darurat yang rencananya akan berlaku hingga 11 Oktober 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan langkah pertama adalah melanjutkan evakuasi, pencarian daan penyelamatan korban yang akan berkaitan langsung dengan langkah kedua, penanganan medis dan jenazah.

“Per tanggal 2 Oktober ini, sudah ada 16 unit alat berat yang dikerahkan untuk membantu evakuasi dan akan diupayakan penambahan yang didatangkan dari Mamuju, Gorontalo dan Balikpapan. Bantuan untuk Tim SAR juga masih terus berdatangan yang merupakan gabungan dari TNI, Polri, Basarnas dan Kementerian ESDM. Jumlah personel yang ada adalah 6.399 orang dengan alutsista 2 KRI, 3 heli dan 5 pesawat,” kata Sutopo saat acara Bersatu untuk Sulteng di Aula Serbaguna Kominfo Jakarta, Selasa (2/20/2018).

Pendirian rumah sakit lapangan juga terus dilakukan dalam upaya melakukan perawatan para korban, yang tidak tertampung di rumah sakit yang ada dan bantuan tenaga medis serta obat-obatan juga terus berdatangan.

“Proses identifikasi jenazah kita lakukan secara kasar saja, yaitu dengan cara memfoto dan mencatat ciri-ciri fisik yang umum, mengingat korban sudah lama dan mengalami kerusakan. Jenazah yang sudah diidentifikasi, langsung kita kuburkan di TPU Pabaya 114 jenazah, Pentoloan 35 jenazah, Petobo dua jenazah dan Ongko Malino dua jenazah. Kami juga sudah mempersiapkan 15 truk dan 1.000 kantong mayat untuk keperluan pemakaman,” papar Sutopo.

Langkah ketiga adalah percepatan pemulihan jaringan yaitu dengan melakukan perbaikan secepatnya pada gardu induk yang mengalami kerusakan.

“Dua dari tujuh gardu induk sudah mulai beroperasi, yaitu GI Poso dan GI Pamona. Saat ini sedang diperbaiki tiga, GI Sidera, GI Talise dan GI Parigi. Ada 371 personel PLN yang melakukan perbaikan dan dari rencana pengadaan genset mobile, sudah 30 yang terkirim dan beroperasi. Harapannya tanggal 5 Oktober, akan bisa beroperasi semua,” ucap Sutopo.

Untuk langkah ke-empat yaitu percepatan pasokan BBM, Sutopo menyampaikan hingga saat ini sudah terkirim 12.000 liter BBM dengan sistem shorting, yang masing-masing 4.000 liter.

“Pasokan BBM dilakukan dari Terminal Poso, Moutong, Toli-toli dan Pare-pare. Semua pengiriman dilakukan pengawalan dan pengamanan dari pihak kepolisian untuk menjaga kelancarannya,” katanya.

Percepatan jaringan komunikasi, yang merupakan langkah prioritas ke-5 sudah menunjukkan hasil yang baik. Terlihat dari jaringan tiga operator, yaitu Telkomsel, Indosat dan XL yang dinyatakan sudah beroperasi 49 persen dan 1.728 BTS sudah berfungsi.

“Bantuan logistik dan makanan untuk para pengungsi juga terus berdatangan. Ada yang diangkut dengan pesawat Hercules maupun dibawa melewati jalur darat. Pusat logistik, kita tetapkan di Gudang Bandara Palu, baru setelah itu kita distribusikan ke pengungsi. Untuk logistik dan makanan ini juga mendapatkan kawalan dari Polri dan Marinir,” ucap Sutopo.

Langkah terakhir, yaitu terkait penerimaan bantuan dari asing, Sutopo menyatakan menjadi koordinasi dari Kemenko Polhukam dengan pelaksananya adalah BNPB, Kementerian Luar Negeri dan AHA Center.

“Bantuan yang diterima hanyalah bantuan yang diajukan secara tertulis dan hanya mencakup enam bentuk kebutuhan, yaitu alat transportasi udara, tenda, water treatment, generator, rumah sakit lapangan dan fogging. Dan yang terpenting, semuanya harus self supporting. Saat ini sedang dibicarakan terkait mekanismenya,” kata Sutopo.

Baca Juga
Lihat juga...