Hari Kesaktian Pancasila, Tanamkan Bangga Ideologi Bangsa

Editor: Satmoko Budi Santoso

210

YOGYAKARTA – Sejumlah sekolah di Yogyakarta memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober. Selain menggelar upacara bendera, anak-anak juga diajak mengenal kembali peristiwa sejarah yang menjadi tonggak perjalanan bangsa Indonesia itu.

Salah satunya di SD Negeri Pujokusuman Yogyakarta. Kepala Sekolah setempat, Agus Kusmantoro, mengatakan, acara melibatkan seluruh elemen baik guru maupun siswa dari sebanyak 25 kelas dalam kegiatan peringatan hari kesaktian Pancasila 1 Oktober.

“Saat ini banyak anak kurang mengenal peristiwa sejarah, salah satunya Hari Kesaktian Pancasila ini. Karena itu menjadi penting untuk kita kenalkan dan ajarkan kembali,” ujarnya saat ditemui Cendana News Senin (1/10/2018).

Kepala Sekolah SD Pujokusuman Agus Kusmantoro – Foto Jatmika H Kusmargana

Selain mengikuti anjuran Pemerintah Provinsi DIY untuk melakukan peringatan hari Kesaktian Pancasila dengan mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September dan menggelar upacara bendera pada 1 Oktober, peringatan ini juga digelar sebagai bagian membentuk karakter cinta tanah air sejak dini.

“Karakter cinta tanah air harus mulai ditanamkan sejak masih SD. Tapi bukan untuk memiliki rasa dendam terhadap PKI. Melainkan rasa bangga terhadap ideologi bangsa yakni pancasila. Agar saat mereka dewasa nanti tidak menjadi pengkhianat bangsa,” katanya.

Menurut Agus, tanpa adanya penanaman dan pembentukan karakter tersebut, dikhawatirkan peristiwa sejarah seperti pemberontak PKI yang bertujuan mengganti ideologi bangsa yakni Pancasila akan dapat terulang kembali. Potensi tersebut dinilai pasti akan selalu ada. Terlebih saat ini penyampaian materi terkait peristiwa sejarah di sekolah semakin minim.

“Menang dengan kurikulum 2013, penyampaian materi mengenai peristiwa sejarah sedikit berkurang. Karena hanya sepintas saja dimasukkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Selain itu hanya menjadi tematik dalam pelajaran. Beda dengan kurikulum 2006,” katanya.

Karena itu, menurut Agus, salah satu upaya mengenalkan dan menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dan ideologi negara Pancasila itu sangat tergantung pada kemampuan guru dalam menyampaikan. Yakni dengan lebih menggali pada nilainya, bukan semata-mata sebatas pada peristiwa sejarahnya saja.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan wawasan kebangsaan anak. Bahwa kita sebagai bangsa dan negara disatukan oleh ideologi pancasila. Jangan sampai itu diubah. Karena sudah menjadi kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...