Hendi: G30S/PKI Merupakan Bukti Dasar Negara Indonesia Pernah Dirongrong

194
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. dok CDN

SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengingatkan generasi muda setempat untuk memahami sejarah bangsanya sendiri, termasuk sejarah kesaktian Pancasila dari rongrongan ideologi lain.

“Dasar negara Indonesia tidak lain, ya, Pancasila. Pada hari ini, diperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai wujud dharma bhakti kepada Pancasila dan Negara Indonesia,” katanya di Semarang, Senin.

Berkaitan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober, Hendi mengatakan perlu untuk menumbuhkan kesadaran terhadap generasi muda.

Menurut dia, sejarah kelam tentang Gerakan 30 September atau G30S/PKI merupakan bukti bahwa dasar negara Indonesia pernah dirongrong oleh paham dan keyakinan lain, namun tidak berhasil.

Perbuatan yang ingin merongrong Pancasila itu, kata dia, sampai memunculkan korban, di antaranya tujuh perwira tinggi TNI yang diculik orang-orang tidak bertanggung jawab yang ingin mengganti dasar negara.

“Kita punya sejarah bangsa yang waktu itu cukup kelam. Tanggal 30 September ada tujuh jenderal yang diculik oleh pihak yang ingin merongrong dasar negara Pancasila,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Meski demikian, kata dia, sejarah juga mencatat bahwa sampai saat ini Pancasila tetap kokoh sebagai dasar negara Indonesia yang semestinya terus dikawal dan diamankan dari segala rongrongan.

“Alhamdulillah, sejarah juga mengatakan bahwa Pancasila sampai hari ini tetap kokoh. Pancasila adalah dasar negara kita, tidak perlu ada perdebatan lagi,” kata orang nomor satu di Pemerintah Kota Semarang itu.

Hendi berpesan kepada generasi muda untuk terus mengawal dan mengamankan Pancasila dari segala macam rongrongan paham atau ideologi lain yang didasari dengan pemahaman atas sejarah bangsanya.

Khususnya, kata dia, generasi milenial agar mengetahui sejarah kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober sehingga memunculkan rasa cinta dan bangga terhadap para pahlawan bangsanya.

“Pesan saya kepada masyarakat. Persoalan mengenai dasar negara Pancasila ini sudah melewati tantangan dan cobaan yang luar biasa. Jadi, kita harus berkomitmen mengawal Pancasila,” tegasnya.

Bagi anak-anak muda, kata Hendi, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempelajari sejarah, apalagi di era digital ini, seperti melalui dunia maya maupun kepada guru-gurunya di sekolah. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...