Honor Penari Ratoh Jaroe, Selesai

Editor: Satmoko Budi Santoso

234

JAKARTA – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto mengatakan, permasalahan terkait honor bagi para penari Ratoh Jaroe dari SMA Negeri 46 Jakarta di acara pembukaan Asian Games 2018 sudah selesai (clear).

“Sudah clear, kami sudah panggil para kepala sekolah,” ucap Bowo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).

Menurut Bowo, tidak ada penyebutan soal honor bagi para penari Ratoh Jaroe dari SMA Negeri 46 Jakarta di acara pembukaan Asian Games 2018 dalam nota kesepakatan (memorandum of understanding atau MoU).

Kemudian untuk biaya yang tercantum dalam nota kesepakatan hanya untuk keperluan operasional selama latihan berlangsung sampai saat hari-H acara. Beberapa keperluan operasional yang perlu didanai dengan uang dari INASGOC (Panitia Penyelenggara Asian Games 2018) itu terkait dengan transportasi dan konsumsi.

“Memang saat kami lihat dari MoU memang bunyinya adalah biaya operasional. Tidak ada sebut di situ biaya honor penari,” ujarnya.

Bowo mengatakan, biaya operasional itu digunakan untuk ongkos transportasi dan konsumsi siswa saat latihan. Pihak sekolah tidak mungkin membiayai itu karena tidak ada alokasi anggarannya. Kata Bowo, sisa uangnya barulah diberikan kepada siswa sesuai kebijakan sekolah masing-masing.

“Jadi diperhitungkan dulu untuk transportasi dan konsumsi, setelah itu sisanya kemudian dibagikan kepada penari,” kata Bowo.

Lalu Dinas Pendidikan menilai ada kesalahpahaman antara pihak sekolah dengan siswa. Akibatnya, siswa di sejumlah sekolah protes karena merasa tidak dibayarkan honornya.

Untuk itu, Bowo meminta agar pihak sekolah memberikan penjelasan secara rinci dan juga bersikap transparan kepada para muridnya. Dia pun membenarkan bahwa Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mengecek data pengeluaran dari pihak sekolah untuk memastikan pengelolaannya.

“Ini jadi pembelajaran buat kami juga. Jadi kalau ke depan ada pola seperti ini lagi, kami meminta agar uangnya bisa masuk langsung ke rekening peserta didik,” ucap Bowo.

Dia menilai, pengelolaan uang oleh siswa sendiri bisa meminimalisir berulangnya kejadian semacam ini. Dengan dikelola sendiri, Bowo mengatakan para siswa bisa menentukan anggaran untuk operasional kelompok tari.

“Memang akhirnya untuk SMA Negeri 46 Jakarta itu ditambah (honornya), karena minggu sebelumnya pihak sekolah sudah dipanggil juga bersama Pak Kabid (Kepala Bidang). Kami meminta agar mereka memberikan penjelasan kepada peserta didik hingga tuntas,” jelas Bowo.

Selain itu dia juga menyarankan ke depan, honor tersebut ditransfer langsung ke rekening siswa saja. Namun, konsekuensinya siswa harus mau mengeluarkan biaya sendiri saat latihan.

“Semuanya dikelola oleh peserta didik sendiri. Jadi kalau ada perlu biaya transportasi, mereka keluar sendiri juga. Itu yang jadi pembelajaran kami ke depan,” ujar Bowo.

Sebelumnya diberitahukan, Pelajar SMAN 46 Jakarta menggelar demo di sekolahnya pada Jumat (28/9/2018) kemarin. Lantaran mereka mempertanyakan honor bagi teman-teman mereka yang menari ratoh jaroe di upacara pembukaan Asian Games 18 Agustus 2018 lalu. Mereka mengaku tidak mendapat penjelasan soal honor menari.

Sementara dari pihak Inasgoc sebagai penyelenggara menuturkan pihaknya telah membayarkan biaya operasional 2.000 penari yang ikut serta dalam acara Opening Ceremony Asian Games 2018. Biaya operasional dibayarkan melalui transfer bank ke rekening masing-masing sekolah.

Seperti diketahui, para penari tersebut menampilkan Tari Ratoh Jaroe asal Aceh yang memukau masyarakat Indonesia pada Opening Ceremony Asian Games 2018. Kemudian para penari menerima uang operasional Rp 200.000 untuk satu kali latihan selama persiapan dan latihan yang dilakukan di sekolah, stadion, atau tempat lainnya.

Selanjutnya, pihak sekolah akan mendistribusikan uang operasional tersebut kepada masing-masing siswa yang terdaftar sebagai penari. Adapun 2.000 penari tersebut berasal dari 18 SMA di Jakarta, diantaranya SMA 70, SMA 6, SMA 3, SMA 71, SMA 82, dan SMA 66. Para penari tersebut telah melakukan sesi latihan lebih kurang 15 kali di luar jadwal sekolah.

Baca Juga
Lihat juga...