HSN Ajang Peningkatan Kreativitas Kalangan Santri 

Editor: Mahadeva WS

189

MALANG – Ikatan Santri Muda Nusantara (ISAMNU), bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (Unbraw) mempersiapkan serangkaian acara untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Salah satu yang digelar adalah, lomba Kaligrafi.

Sekretaris umum panitia HSN, Uswatun Hasanah – Foto Agus Nurchaliq

Sekretaris Umum Panitia HSN, Perwakilan ISAMNU, Uswatun Hasanah menjelaskan, kaligrafi merupakan salah satu bentuk karya seni, yang untuk membuatnya, dibutuhkan kreativitas tinggi. Dibutuhkan kemampuan seni, untuk menyusun dan membentuk huruf yang indah.

Untuk itu, gelaran lomba kaligrafi memperingati HSN kali ini, menjadi wadah meningkatkan kreativitas dikalangan santri. “Sebagai generasi muda penerus bangsa, para santri harus memiliki kreativitas yang tinggi agar mampu bersaing di era modern,” ujarnya saat di temui di gedung Widyaloka UB, Sabtu (13/10/2018).

Menurutnya, selama ini masih ada anggapan, santri hanya bisa mengaji. Padahal jika dilihat lebih mendalam, santri sangat berjasa dalam proses kemerdekaan dan pembangunan di Indonesia. “Sebenarnya kami para santri tidak hanya sekedar bisa mengaji, tetapi juga bisa berkontribusi di tengah-tengah masyarakat, oraganisasi, bahkan dalam pemerintahan,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai pribadi yang agamis, santri memiliki kewajiban untuk turut menjaga keutuhan bangsa dan negara. “Jadi santri harus ikut bertanggungjawab dalam menjaga perdamaian khususnya di Indonesia,”ucapnya. Itulah makna tema ‘Bersama santri, damailah negeri,” tambahnya.

Lomba kaligrafi HSN 2018, diikuti 60 peserta se-Jawa Timur. Para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan, sertifikat, tropi dan kaos. Selain itu juga ada lomba esay tingkat nasional, dengan tema Kontribusi Santri Nusantara Bagi Peradaban Dunia, yang diikuti 190 peserta dari berbagai daerah.

“Dengan diadakannya dua lomba tersebut, harapannya, bisa meningkatkan kreatifitas bakat melukis dan menulis bagi generasi muda khususnya di kalangan santri, dan menjunjung tinggi ikon santri, bahwasanya santri tidak hanya bisa mengaji, namun juga berkreasi dalam mensukseskan pembangunan di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...