Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Industri Wisata Muslim Dunia

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

221
Ketua Komunitas Pencinta Wisata Muslim, Heru Laksono. Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA — Dengan penduduk mayoritas Islam, Indonesia berpotensi menjadi pusat industri wisata muslim terbesar di dunia. Selain itu, sebagai negara kepulauan, Nusantara sangat kaya dengan keindahan alam yang penuh dengan aneka flora dan fauna serta beragam budaya dan agama yang merupakan daya tarik utama bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

“Indonesia berpotensi menjadi pusat industri wisata muslim terbesar di dunia, yang seharusnya disadari pelaku bisnis pariwisata Indonesia,” ujar Ketua Ketua Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia, Hayu S.Prabowo pada Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Bimbingan Teknis Pengembangan Jalur Wisata Tematik (Muslim Friendly Tourism) di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Disampaikan, salah satu yang turut menentukan perkembangan ini adalah aspek keagamaan. Dalam hal ini paket wisata haruslah memberikan pengalaman berwisata dan atmosfir yang nyaman, mulai dari perjalanan, transportasi, atraksi, amenitas, berbagai barang dan jasa yang ditawarkan merupakan kesatuan yang tidak terpisah dengan ajaran Islam.

Dalam mengembangkan, aspek keagamaan yang mendasar belum dijabarkan dan dieksplorasi secara mendalam dan luas. Perlu dirumuskan penyelenggaraan wisata ramah muslim untuk digunakan oleh seluruh komponen agar memberikan layanan yang sesuai.

Perumusan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi seluruh komponen dalam industri pariwisata untuk membentuk suatu ekosistem Layanan Wisata Ramah Muslim LWRM (Muslim Friendly Tourism).

LWRM telah diperkenalkan dan diterapkan di negara dengan mayoritas penduduk muslim. Indonesia dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan, kemudian menyesuaikannya dengan keadaan nusantara.

“Kepuasan wisatawan akan tercapai jika seluruh komponen dalam ekosistem wisata bisa bekerja sama untuk memberikan apa yang wisatawan inginkan, dengan cara apa yang mereka inginkan, dan pada saat mereka membutuhkannya,” ungkap Hayu.

Ketua LPH & SDA MUI, Hayu S.Prabowo. Foto: Sri Sugiarti

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Pencinta Wisata Muslim, Heru Leksono menambahkan, salah satu tujuan dilakukannya FGD ini adalah untuk mendapatkan paket wisata baru yang ramah muslim yang langsung dapat dipasarkan baik untuk pasar domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, posisi Indonesia dalam perolehan wisata muslim masih lebih rendah dibanding dengan Malaysia dan Singapura.

“Dengan adanya paket wisata ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan pertumbuhan pariwisata Indonesia, khususnya untuk wisatawan Muslim yang tumbuh sekitar tujuh persen per tahun,” ujar Heru.

Lebih lanjut ia menyebutkan, Wisata Muslim Indonesia (WMI) telah melakukan pengembangan produk khusus, yaitu wisata ramah muslim yang holistik. Yakni, mulai dari pemilihan akomodasi, fasilitas, penentuan rute destinasi dan perjalanan hingga seluruh aktivitas yang ditunjang oleh ekosistem layanan secara menyeluruh.

WMI telah mengembangkan beberapa paket wisata ramah muslim.Diantaranya, sebut Heru, Paket Wisata Belanja Ramah Muslim, Wisata Alam Ramah Muslim, Wisata Air Ramah Muslim, Wisata Budaya Ramah Muslim dan Wisata Taman Rekreasi Ramah Muslim.

Baca Juga
Lihat juga...