Indonesia Dukung Proses Transformasi Strategis UNESCO

220
UNESCO - Dok: CDN

JAKARTA — Pemerintah Indonesia mendorong Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Indonesia mendukung proses transformasi strategis UNESCO agar semakin relevan dan bermanfaat bagi seluruh negara anggotanya,” ujar Duta Besar RI di Paris dan Perwakilan Tetap RI untuk UNESCO, Hotmangaradja Pandjaitan, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Paris yang diterima di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Hal itu disampaikan Dubes Hotmangaradja selaku Ketua Delegasi RI pada Sidang Ke-205 Dewan Eksekutif UNESCO dalam Sesi Pleno pada 9 Oktober 2018 di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis.

Sidang yang dibuka pada 8 Oktober 2018 dan akan berlangsung sampai 17 Oktober 2018 itu, akan membahas berbagai isu terkait dengan program UNESCO, terutama di bidang pendidikan, sains, kebudayaan, komunikasi dan informasi, serta isu-isu manajemen dan administrasi operasional UNESCO.

Dalam pertemuan itu, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya komitmen seluruh negara anggota UNESCO untuk membantu UNESCO keluar dari krisis finansial.

Dubes Hotmangaradja juga menyampaikan apresiasi atas upaya UNESCO menyelenggarakan suatu forum pada September lalu untuk meningkatkan kemitraan UNESCO dengan mitra-mitra eksternal, donor, dan mitra potensial.

Terkait dengan bidang ilmu pengetahuan, pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk berpartisipasi aktif pada berbagai organ dan mekanisme UNESCO, khususnya yang terkait dengan cagar biosfer serta isu-isu terkait dengan air dan laut.

Hotmangradja mengapresiasi negara-negara anggota UNESCO yang telah mendukung nominasi Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI sebagai Ketua International Coordinating Council to the Man of Biosphere ((ICC MAB) Programme, UNESCO periode 20018-2020.

Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sidang Ke-30 ICC MAB di Palembang, Sumatera Selatan, pada Juli 2018, mengharapkan hasil pertemuan tersebut, termasuk Palembang Declaration, dapat memperkuat upaya untuk konservasi cagar biosfer.

Terkait dengan isu air, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya sebagai tuan rumah Asia Pacific Center for Ecohydrology (APCE) yang merupakan UNESCO Category II Center.

Dubes Hotmangaradja mengimbau negara-negara anggota UNESCO, khususnya di kawasan Asia Pasifik, berkolaborasi dengan APCE di bidang penelitian dan pelatihan serta kegiatan lainnya.

Pemerintah Indonesia menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi aktif di bidang ilmu kelautan dan sistem peringatan dini tsunami.

Untuk lebih meningkatkan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dengan UNESCO, Indonesia mendukung upaya dirjen UNESCO meningkatkan koordinasi antara kantor pusat UNESCO di Paris dengan kantor perwakilan UNESCO, khususnya di Jakarta, dalam melaksanakan berbagai program UNESCO.

Seperti negara-negara anggota UNESCO lainnya, Indonesia menegaskan komitmen mencapai target mengenai pendidikan, khususnya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas, untuk pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan formal dan nonformal.

Beberapa strategi utama yang dilakukan pemerintah Indonesia, antara lain memperkuat sistem pendidikan, memperbaiki kualitas dan akses pendidikan bagi pendidikan anak usia dini dan pendidikan sekunder.

Pada Sidang Ke-205 UNESCO itu, Dubes Hotmangaradja juga menyampaikan pernyataan atas nama kelompok negara-negara ASEAN di UNESCO, yang menegaskan keutamaan rotasi pada badan-badan subsider dan “governing bodies” UNESCO, sebagai bagian dari transformasi strategis UNESCO.

Negara-negara ASEAN memandang rotasi perlu dioptimalkan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi negara-negara anggota untuk berperan optimal. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...