Industri Batik di Bantul Serap 3.000 Pembatik

146

BANTUL – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan, industri yang bergerak pada sektor kerajinan batik daerah tersebut mampu menyerap 3.000 tenaga kerja pembatik.

“Dari empat sentra kerajinan batik yang ada di Bantul, jumlah perajinnya secara keseluruhan kira-kira ada 3 ribuan pembatik,” kata Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Bantul, Kesi Irawati di Bantul, Senin (8/10/2018).

Ribuan pembatik itu tersebar di kelompok perajin atau Industri Kecil Menengah (IKM) batik, di empat sentra yaitu Giriloyo Desa Wukirsari, Kembang Songo Jetis, Desa Wijirejo Pandak dan pedukuhan Gunting Pandak. Dari setiap sentra kerajinan batik, masing-masing  mempunyai ciri khas, sesuai produk yang dihasilkan.

Di Kembang Songo khas batik nitik, di Wijirejo batik tulis dan cap, dan Giriloyo khas batik tulis. “Khusus di wilayah Giriloyo Wukirsari itu, kira-kira ada sekira 1.000an pembatik. Dan di sana itu, pusat kerajinan batik tulis, yang para pembatiknya merupakan turun temurun dari pembatik sebelumnya,” katanya.

Pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan industri batik, baik dari kualitas maupun inovasi motif, mengingat batik yang diproduksi secara tradisional sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Bahkan, pihaknya mendukung pencapaian target dari Pemda DIY yang akan menjadikan sentra batik Giriloyo sebagai proyek percontohan batik tulis pewarna alami, guna mempertahankan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia.

“Sangat mendukung pencapaian target untuk pewarna alami yang ada di Giriloyo, jadi nanti punya spesifikasi khusus, batik tulis dengan pewarna alami. Jadi kalau orang luar mau cari batik tulis pewarna alami langsung menuju Giriloyo,” katanya.

Bahkan, di Giriloyo sudah menjadi proyek percontohan sentra batik tulis pewarna alami. Nantinya ada fasilitasi, baik sarana maupun proses pembuatan pewarna alami dengan melibatkan institusi terkait. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...