Informasi Gempa dan Tsunami di Sikka Hoaks

Editor: Mahadeva WS

227

MAUMERE – Informasi adanya gempa dan tsunami yang melanda Kabupaten Sikka, karena alat deteksi dini tsunami di daerah tersebut memberikan tanda bahaya adalah hoaks atau kabar bohong. Informasi tersebut beredar di masyarakat sejak Rabu (3/10/2018).

“Dalam informasi yang beredar di media sosial tersebut, dikatakan bahwa kepala desa Pemana ke Maumere untuk melaporkan kejadian, sirene peringatan dini tsunami yang dipasang di Pemana sempat berbunyi,” sebut John da Gomez warga Sikka, Kamis (4/10/2018) sambil menunjukan informasi di grup Whats App (WA).

Dalam informasi tersebut, ada kejadian yang tidak biasa. Beberapa lumba-lumba masuk ke daerah pelabuhan. Dan karena informasi tersebut, masyarakat pulau Pemana sudah berjaga-jaga sejak Rabu (3/10/2018) dengan tidur di luar rumah.

Kapolres Sikka AKBP Rickon PM Situmorang,SIK.Foto : Ebed de Rosary

Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang,SIK menjelaskan, pada Rabu (3/10/2018) jam 17.30 WITA, tim Intelkam Polres Sikka didampingi Kapospol Pemana, melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan di desa Pemana kecamatan Alok pulau Pemana. “Terkait informasi tersebut telah dilakukan Pulbaket dengan isu yang telah beredar pada wilayah Desa Pemana. Hasil baket menerangkan, isu adanya tanda-tanda akan terjadinya gempa dan tsunami tersebut tidak benar. Informasi tersebut disebarkan oleh Oknum yang tidak betanggung Jawab,” tegas Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang,SIK.

Keberadaan ikan yang mati di pesisir pantai timur pulau Pemana, diduga berasal dari sisa-sisa masyarakat yang sering melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan Potas atau racun ikan. “Sejauh ini situasi Kamtibmas pada wilayah Desa Pemana dan beberapa wilayah kepulauan sampai dengan saat ini terpantau aman dan kondusif. Polres Sikka sedang menyelidiki pelaku penyebar berita hoaks ini,” tuturnya.

Kepala Desa Pemana, La Ambo menyebut, isu tersebut beredar di masyarakat Desa Pemana. Dirinya mendengar informasi tersebut dari saudara La Amin. “Setelah mendapat informasi ini saya sampaikan kepada warga masyarakat Desa Pemana kalau isu tersebut tidak benar, dan meminta warga agar tetap tenang dan jangan panik karena isu tersebut hanya disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung Jawab,” tuturnya.

Terkait nformasi berbunyinya alarm mesin pendeteksi gempa dan tsunami, La Ambo menyebut, selama dirinya berada menetap di Pemana, setelah alat deteksi dipasang, tidak pernah terdengar bunyi alarm pertanda tsunami berbunyi.

La Amin, nelayan asal Dusun Buton, Desa Pemana menyebut, isu yang beredar di masyarakat kalau akan ada gempa dan tsunami yang ditandai adanya penemuan ikan mati di pesisir timur laut Pulau Pemana, dan adanya ikan lumba-lumba  yang mendekati wilayah pantai Pemana benar beredar. “Isu tersebut pertama kali dibawa dan di ceritakan oleh saudara LH dimana dirinya mengklaim menemukan ikan yang mati pada pesisir timur pulau Pemana dan ikan yang mati tersebut diambil dan dibawa pulang oleh dirinya,” tuturnya.

Sesampainya di kampung, masyarakàt langsung menyebarkan isu, dengan mengaitkan penemuan ikan mati tersebut sebagai pertanda akan datangnya gelombang tsunami, seperti yang terjadi pada 1992 lalu. Sementara itu, LH, warga Dusun Buton, Desa Pamana, kepada polisi yang memeriksanya mengatakan, benar Dirinya menemukan ikan yang mati di pesisir pantai. Namun tidak banyak dan hanya 20 ekor saja.

Baca Juga
Lihat juga...