Isu Tsunami Resahkan Warga Halsel

135
Ilustrasi -Dok: CDN
TERNATE – Warga Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), resah dengan informasi tsunami yang terjadi pada 28 September lalu di Kota Palu dan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, yang akan timbul di kabupaten itu.
“Bahkan, keresahan ini dirasakan masyarakat Kabupaten Halsel, dengan adanya informasi yang beredar di media sosial (medsos), bahwa Kabupaten Halsel akan terkena bencana gempa dan tsunami, dan hal ini menimbulkan ketakutan dan kehawatiran yang tidak berdasar,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Halsel, Deni S.Ikom di Ternate, Sabtu (6/10/2018).
Sehingga, BMKG Halsel mengimbau agar masyarakat Halsel tidak perlu panik, karena hingga saat ini belum ada teknologi di mana pun, yang mampu mendeteksi gempa secara pasti, baik besaran gempa, lokasi,dan waktu.
Doni menjelaskan, tsunami terjadi jika ada gempa di atas 6 SR, dan itu adalah gempa dangkal yang terjadi di lautan.
Menurutnya, jika terindikasi adanya stunami, maka BMKG secepatnya akan memberikan informasi ke Pemerintah Daerah dalam waktu sekian detik, untuk dapat diinformasikan kepada masyarak,at Halsel.
“Saya mengimbau, agar masyarakat Halsel tidak mudah percaya dan mendengarkan isu
dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat Halsel diharapkan tenang dan terus beraktivitas seperti biasa. Bila terjadi indikasi gempa, kami akan merespon dengan cepat, dalam waktu lima detik sudah keluarkan warning dari BMKG,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...