Jamu Tradisional Masih Diminati Warga Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

246

LAMPUNG — Kebutuhan akan kesehatan menjadi hal vital dalam kehidupan masyarakat modern sehingga upaya melakukan penyembuhan penyakit dilakukan dengan obat obatan.

Supiati (59) salah satu penjual jamu tradisional menyebutkan, bagi masyarakat di pedesaan, jamu atau obat tradisional masih diminati warga untuk penyembuhan beragam penyakit. Musim kemarau yang melanda diakuinya membuat daya tahan tubuh menurun sehingga tubuh rentan terserang batuk, pilek dan penyakit lain terutama bagi anak anak.

Sebagian ibu rumah tangga di pedesaan masih memanfaatkan jamu tradisional yang dipercaya memiliki khasiat untuk menyegarkan badan. Berbagai jenis bahan yang dibuat tanpa menggunakan bahan kimia. Bahan alami yang digunakan di antaranya kencur, jahe, beras, gula aren, sambiroto, brotowali, temu lawak, serai, kunyit, cabai jawa, jeruk nipis serta bahan pelengkap lain.

“Musim kemarau ini banyak ibu rumah tangga mengeluhkan anaknya batuk pilek. Mereka kerap membelikan jamu tradisional yang saya buat dengan tujuan meningkatkan daya tahan tubuh serta menyembuhkan,” terang Supiati salah satu penjual jamu tradisional di pasar Pasuruan saat ditemui Cendana News, Jumat (5/10/2018)

Jamu tradisional diakui Supiati yang berasal dari Solo Jawa Tengah tersebut dibuat dengan resep nenek moyang dan diklaim telah terbukti khasiatnya. Ia menyebut hingga zaman modern, meski sejumlah obat muncul dalam kemasan namun minat masyaraka masih cukup tinggi. 

Beberapa hasil racikannya meliputi jamu pahitan, jamu beras kencur, cabe puyang, kunci, serta jamu seduhan untuk anak anak hingga orang dewasa. Khasiatnya untuk menyegarkan tubuh, menghilangkan rasa pegal.

“Bahan alami dari kebun saya olah dengan proses perebusan dan disajikan dalam kondisi hangat dan segar,” beber Supiati.

Nuri (29) salah satu ibu rumah tangga asal Desa Hatta Kecamatan Bakauheni menyebut kerap membeli jamu beras kencur. Jamu dibeli untuk menambah nafsu makan anaknya, menghilangkan pegal linu dan menjaga stamina tubuh.

Ia sengaja membelikan sebanyak enam bungkus bagi dua anaknya yang duduk di bangku SD. Khusus bagi dirinya, ia membeli jamu kunyit asam untuk mengatasi sakit perut saat datang bulan.

“Sejak kecil keluarga saya masih setia mengonsumsi jamu tradisional sehingga saat ke pasar menjadikan jamu sebagai oleh-oleh,” beber Nuri.

Hasanah, salah satu pelanggan membeli jamu paitan untuk menjaga stamina tubuh [Foto: Henk Widi]
Warga lain, Hasanah (40) salah satu pelanggan setia jamu tradisional mengaku kerap membeli jamu paitan. Racikan yang dibuat dengan daun sambiloto diminum untuk mengatasi pegal, menambah nafsu makan serta menjaga daya tahan tubuh, terutama saat musim pancaroba saat ini.

Hasanah menyebut meski obat modern sudah banyak dijual di apotik, untuk urusan kesehatan, wanita yang berprofesi sebagai petani masih memilih jamu tradisional. Meski demikian ia mengaku meminum jamu tradisional pada saat tertentu dalam jumlah wajar disertai mengonsumsi makanan yang menyehatkan untuk tetap menjaga kesehatan.

Baca Juga
Lihat juga...