Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa-Tsunami di Palu, 1.763 Orang

Editor: Koko Triarko

212
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho -Foto: M Hajoran
JAKARTA — Dari hari ke hari, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan daerah lainnya di Sulawesi Tengah, terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini telah mencapai 1.763 orang, dan akan terus bertambah seiring dengan pencarian dan evakuasi yang terus dilakukan oleh Tim SAR.
“Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan wilayah daerah di Sulawesi Tengah, hingga saat ini mencapai 1.763 orang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (7/10/2018).
Menurut Sutopo, untuk korban meninggal paling banyak ada di Palu dengan jumlah 1.519 orang, di Donggala mencapai 159 orang, di Sigi 69 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasang Kayu satu orang.
“Palu paling banyak korban meninggal dunia, karena gempa dan tsunami lebih dekat dengan pantai dan diperkirakan masih banyak korban yang tertimbun bangunan dan perkantoran. Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan,” ujarnya.
Dari 1.763 korban meninggal, 1.755 di antaranya telah dimakamkan secara massal, yakni di TPU Paboya sebanyak 753 jenazah, TPU Pantoloan 35 jenazah, serta pemakaman keluarga sebanyak 923 jenazah, di Donggala 35 jenazah, Biromaru delapan jenazah, dan Pasang Kayu satu jenazah.
“Sementara itu, untuk korban yang luka berat akibat gempa dan tsunami, saat ini mencapai 2.632 orang. Selain korban luka, petugas juga masih terus mencari korban hilang maupun tertimbun akibat gempa dan tsunami. Tercatat ada 265 korban hilang dan 152 orang yang tertimbun,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sutopo mengatakan, pencarian dan evakuasi korban sendiri akan berlangsung hingga 11 Oktober, mendatang. Meskipun demikian, pihak Tim SAR tetap melakukan pencarian, walaupun secara resmi telah dihentikan.
“Rencananya, tanggal 11 Oktober penghematan pencarian dan evakuasi akan dihentikan. Tapi, bukan berarti dihentikan secara total, pencarian akan terus dilakukan baik Tim SAR maupun relawan,” ujarnya.
Sutopo menambahkan, saat ini sejumlah aktivitas di Palu sudah berangsur-angsur mulai berjalan, seperti pusat perbelanjaan, pertokoan dan aktivitas lainnya. “Kita berharap dalam beberapa hari ke depan, semua aktivitas di Palu, Donggala dan daerah lainnya akan kembali normal,” sebutnya.
Baca Juga
Lihat juga...