Kadis SDA Klaim Titik Banjir di Jakarta Berkurang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

196
Kepala Dinas Sumber Daya (SDA) Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan menjelaskan titik rawan banjir di DKI Jakarta, usai rapat pimpinan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018). Foto: Lina Fitria

JAKARTA — Kepala Dinas Sumber Daya (SDA) Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengklaim, jumlah titik genangan dan banjir di Jakarta sudah berkurang.

“Yang jelas kalau dihitung secara kuantitas jauh berkurang. Banjir dari tahun ke tahun progresnya sangat signifikan penurunannya,” ucap Teguh usai rapat pimpinan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018).

Menurut Teguh, titik banjir berkurang dari 180 menjadi 129 dan intensitas genangannya paling lama tiga jam. Selama tiga tahun menangani banjir, persoalannya tetap di titik-titik yang sama.

Disebtukan, pihaknya telah mengerahkan ribuan personel Pasukan Biru untuk mengantisiasi banjir dan genangan selama musim hujan. Pihaknya juga akan mengerahkan pompa dan alat berat serta dump truck.

“Ada 5.186 personel kita atau pasukan biru yang dikerahkan,” katanya.

Untuk pompa stasioner SDA terdapat di 153 lokasi dengan 436 unit. Di antaranya di Sudin SDA Jakarta Barat 33 lokasi 100 unit, di Sudin SDA Jakarta Utara 15 lokasi 26 unit, Sudin SDA Jakarta Pusat 14 lokasi 47 unit, Sudin SDA Jakarta Timur 15 lokasi 32 unit dan Sudin SDA Jakarta Selatan 26 lokasi 50 unit.

“Kondisi pompa menjelang musim penghujan 92 persen dalam kondisi baik, 6 persen dalam perbaikan dan 2 peresn proses penghapusan,” lanjut Teguh.

Sementara untuk alat berat ada 241 unit yang terdiri dari 104 unit Excavator ampibi (50 unit besar, 5 unit sedang, 10 unit kecil, 31 unit mini). Excavator 127 unit (long arm 47 unit, standar 25 unit, kecil 13 unit, mini 42 unit). Loader 3 unit dan dump truck ada 383 unit.

Berikut data dari Dinas SDA, terdapat 30 titik rawan banjir dan genangan di Jakarta.

Di Jakarta Utara ada tiga titik di antaranya Boulevard Barat Raya, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Gaya Motor. Di Jakarta Pusat genangan dan banjir terdapat di depan RSAL Mintohardjo, Jalan Cempaka Putih 26, Jalan Industri, Underpass Kemayoran.

“Sementara di Jakarta Barat ada di Jalan Letjend S Parman depan Apartemen Slipi Meruya Selatan pertigaan Pospol, Arjuna Selatan, Patra Raya, Letjen S Parman depan Citraland/ Trisakti dan Jalan PTB Angke,” lanjutnya.

Untuk kawasan Jakarta Timur genangan dan banjir terdapat di RW 02, 03, 10, 12 Kelurahan Cibubur, Komodor Halim Perdanakusuma, RW 03, 04,12 Kelurahan Cipinang Melayu, RW 04,05, 07, 08 Kelurahan Kampung Melayu.

Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan paling banyak digenangi. Ada sekitar 13 titik di antaranya Jalan H Ipin, RW 01, 03, 07, 08, 10 Kelurahan Pondok Labu, RW 07 Kelurahan Pejaten Timur, Kemang Raya depan Kemchick, Kemang Utara IX, depan Pasar Jagal, Jalan Iskandar Muda depan Gandaria City, Jalan MT Haryono bawah FO Pancoran, terowongan Stasiun KRL Cawang bawah Jalam MT Haryono, Kelurahan Petogogan, Jalan Sultan Hasanudin kawasan Mabes Polri, Jendral Gatot Subroto depan Balai Kartini, Jalan Jendral Soedirman depan kampus Atmajaya dan perempatan ITC Fatmawati.

Baca Juga
Lihat juga...