Karya Bhakti Daerah Solo Sasar Kawasan Rawan Banjir 

Editor: Koko Triarko

179
SOLO – Karya Bhakti Daerah (KBD) IV tahun 2018 di Kota Solo, difokuskan untuk menangani masalah banjir yang hampir setiap tahun meluap, baik dari Sungai Bengawan Solo maupun Anak Sungai Bengawan Solo lainnya.
Untuk Karya Bhakti Daerah, tahun ini menyasar pembangunan talud untuk menopang pemukiman di kampung Mondokan, Kelurahan Jebres, Kota Solo. Ancaman banjir di kampung ini setiap tahun datang dari luapan Sungai Anyar, yang merupakan anak sungai Bengawan Solo.
Wakil Wali Kota Solo, Achmad Poernomo, mengatakan, Karya Bhakti Daerah merupakan salah satu upaya Pemkot Solo untuk meningkatkan pelayanan, terutama  penataan kawasan rawan banjir. Selain itu, KBD juga seabgai upaya meningkatkan Solo sebagai kota yang ramah terhadap siapa saja yang berkunjung di Kota Bengawan.
“Karya Bhakti Daerah juga untuk mewujudkan masyarakat yang waras, wasis, wareg, mapan, dan papan atau lebih dikenal dengan sebutan 3 WNP,” papar Achmad Pornomo, saat membuka secara resmi Karya Bhakti Daerah ( KBD) IV di Lapangan Mondokan Jebres, Solo, Rabu (10/10/2018).
Disebutkan Wawali, kawasan Jebres termasuk daerah yang setiap tahun rawan banjir. Sebab, selain daerah itu diapit oleh anak sungai Bengawan Solo, baik Kali Anyar maupun Kali Pepe, sejumlah pemukiman juga memiliki anak sungai yang menjadikan lokasi itu semakin rawan banjir.
Dengan dibangunnya talud untuk penopang air, diharapkan mampu sedikit meminimalisir ancaman banjir. Selain mengandalkan upaya preventif dengan bangun talud, kesadaran untuk menjaga lingkungan juga ditekankan. Terutama pola hidup bersih dan sehat, serta tidak membuang sampah di sungai.
“KBD ini sebagai salah satu upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui percepatan pembangunan di daerah,” tegasnya.
BKD yang melibatkan TNI dalam pelaksanaan ini, juga diharapkan dapat meningkatkan sinergisitas antara masyarakat dengan aparat TNI. Sehingga  dalam pembangunan, baik fisik maupun nonfisik  dapat digunakan sebagai sarana untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“KBD merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian budaya gotong royong, untuk mendukung pembangunan infrastruktur di lingkungan masing-masing.  KBD juga menjadi implementasi keterpaduan dan masyarakat dalam membangun wilayah,” imbuh Achmad Poernomo.
Sementara itu, Dandim 0735/Ska, Letkol inf Ali Akhwan, menambahkan, KBD Tahap IV yang dilaksanakan di RT 02, RW 28 ini, menyasar kegiatan fisik dan nonfisik. Di antaranya perbaikan talud, perbaikan saluran air dan pavingisasi.
“Dengan perbaikan ini, diharapkan dapat mencegah banjir. Karena selama ini setiap turun hujan, kawasan RT 02/28 selalu banjir, karena luapan air yang tidak bisa tertampung di saluran tersebut, karena saluran kecil,” ungkap Dandim Ali.
Sementara, sasaran nonfisik meliputi penyuluhan wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, penyuluhan HIV/AIDS dan KDRT, pemberian bantuan sembako masyarakat kurang mampu, fasilitas kegiatan bazar dan pasar murah.
“Untuk itu, atas nama Pemerintah Kota Solo, saya mengajak kepada jajaran TNI dan lainnya segenap lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Mari bekerja untuk kemajuan daerah ini,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...