Kehadiran Tiga Putri Cendana di As-Syafi’iyah Disambut Takbir

Editor: Koko Triarko

10.332
JAKARTA – Kehadiran tiga Putri Cendana, Siti Hardiyanti Rukmana, Siti Hediati Haryadi, Siti Hutami Endang Adiningsih, mencuri perhatian di sela acara Gebyar Muharram 1440 Hijriyah, yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) DKI, di pesantren khusus yatim, As-Syafi’iyah, Jakarta Timur, Sabtu (6/10/2018).
Kehadiran tiga putri presiden kedua RI pada sekitar pukul 09.00 WIB itu, disambut takbir dan sholawat Nabi Muhammad SAW, oleh ribuan ibu-ibu dari enam wilayah di DKI, Karawang, dan Banten. Permintaan foto selfie dari para ibu pun tak terbendung.
“Selamat datang kepada tiga putri Bapak Soeharto. Ayo kita sambut dengan sholawat,”ujar panitia pelaksana, langsung melantunkan sholawat, diikuti ribuan Jemaah BKMT DKI Jakarta mengantar ketiga Putri HM Soeharto duduk di kursi yang telah disiapkan.
Ketua BKMT Jakarta, Nur Fitria Farhana, dalam sambutannya, mengatakan, pada 1991,  BKMT pernah bergelora di lapangan Stadion Senayan. Di hadapan 150 ribuan jemaah BKMT, Ibu Negara Tien Soeharto menggemakan takbir. Kemudian pada 1995, dipimpin langsung oleh Presiden Soeharto.
“Pada 2016, gema besar BKMT dilaksanakan di Gelora Bung Karno, yang dipimpin langsung, 150 ribu jemaah BKMT  Soeharto. Dalam sambutannya ketua mengajak seluruh anggota BKMT untuk mendoakan almarhum Soeharto, Ibu Tien, dan ibu Tuti Alawiyah.
Siti Hardiyanti Rukmana, Siti Hediati Haryadi, Siti Hutami Endang Adiningsih foto bersama Ustadz Haikal dan jemaah -Foto: M Amin
Nurfitria berterima kasih atas kehadiran Keluarga Cendana dalam kegiatan gebyar Muharram di tahun ketiga ini. Kehadirannya secara tidak langsung sudah mengobati kerinduan keluarga besar BKMT atas sosok Soeharto.

“BKMT lima tahun sekali membuat gebrakan di stadion Gelora Bung Karno. Dan, pada 2016 adalah pertama kali dilaksanakan dalam merayakan lebarannya anak yatim. Saat itu, dipimpin langsung oleh Ibunda Tuty Alawiyah,” papar Nurfitria.

Sementara dalam tauziahnya, Ustadz Haikal Hasan, mengaku akan berjuang untuk melawan fitnah terhadap keluarga besar Soeharto. Beberapa kali dia menyebutkan, bahwa Presiden Soeharto sudah banyak mengukir jasa demi kegemilangan RI.
“Harus dikenang budi jasa Soeharto untuk menyemangatkan suara kebenaran untuk umat,” tegasnya, disambut takbir mengajak membangkitkan lagi program Soeharto, seperti ABRI Masuk Desa dan transmigrasi.
Gebyar Muharram 1440 H BKMT DKi Jakarta, dihadiri pula Ferry Farhati Anies Baswedan, dan Nur Asia Uno.
Baca Juga
Lihat juga...