Kemendikbud: Bahasa Indonesia Perekat Kebhinekaan

169

JAKARTA — Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof Dadang Sunendar, mengatakan jangan sampai anak mengalami krisis identitas karena tidak diperkenalkan Bahasa Indonesia.

“Kami tidak ada anti bahasa asing, tapi harus tahu tempat dan waktu penggunaanya. Kami sedih dan prihatin karena dalam beberapa diskusi, ada malah anak yang tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia, padahal lahir dan tinggal di Indonesia,” ujar Dadang saat penutupan Kongres Bahasa Indonesia ke-XI di Jakarta, Selasa (30/10/2018) malam.

Padahal jika tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia, maka anak tersebut seakan tidak memiliki jati diri, memiliki paspor Indonesia tapi tidak berbahasa Indonesia. “Jangan sampai anak tersebut mengalami krisis identitas,” imbuh dia.

Dia mengakui bahwa memang ada sebagian kekhawatiran dari orangtua, yang khawatir jika anaknya tidak bisa menggunakan bahasa asing. Akan tetapi menurut Dadang, hal tersebut ada waktunya bukan malah digunakan untuk menggantikan bahasa ibu.

Menurut dia, sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa Bahasa Indonesia hanya alat komunikasi saja. “Harus dipahami betul, bahwa Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi tetapi perekat kebhinekaan,” katanya.

Selain itu, Kemendikbud juga berharap agar Bahasa Indonesia menjadi jati diri bangsa dan alat komunikasi antarbudaya di Tanah Air. Jika tanpa kesadaran itu, maka Bahasa Indonesia dengan mudah akan tergerus dari ruang publik.

Dalam kesempatan itu, Dadang juga berharap agar pemerintah daerah ikut terlibat dalam menertibkan penggunaan bahasa asing di ruang publik. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...