Kemenlu Dorong UMKM di Balikpapan Tingkatkan Daya Saing

102
Produk UMKM, ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Kementerian Luar Negeri, mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Balikpapan, meningkatkan daya saing untuk menembus pasar di kawasan ASEAN.
Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, menyelenggarakan acara Penyampaian Saran Kebijakan Peningkatan Daya Saing UMKM Indonesia di Pasar ASEAN, melalui Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Perluasan Akses Pendanaan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kegiatan itu dihadiri oleh 120 pelaku UMKM setempat. Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam sambutan pembukaannya, menekankan pentingnya peranan UMKM bagi pertumbuhan ekonomi. “UMKM memiliki kemampuan untuk menstimulus dinamika ekonomi jika dikelola dengan baik,” ujar Rahmad Mas’ud.
Dia lebih lanjut menyampaikan, bahwa UMKM harus dapat meningkatkan daya saingnya, salah satunya melalui kesadaran akan pentingnya hak kekayaan intelektual, agar dapat menghadapi tantangan pasar bebas.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri, Ade Petranto, menjelaskan, UMKM memang merupakan bagian penting baik bagi perekonomian Indonesia maupun ASEAN.
UMKM Indonesia juga didorong untuk tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga melakukan penetrasi ke pasar ASEAN, dengan memanfaatkan preferensi tarif yang berlaku dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Ade menambahkan, selain kurangnya kesadaran akan pentingnya hak kekayaan intektual, tantangan lain bagi pelaku UMKM Indonesia adalah keterbatasan pendanaan.
Pada kesempatan itu, Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Molan Karim Tarigan, menyampaikan penjelasan kepada para pelaku UMKM mengenai pentingnya melindungi hak cipta produk, dengan cara melakukan pendaftaran kekayaan intelektual, khususnya hak merk, yang terdapat dalam produk yang dihasilkan UMKM.
Molan pun menjelaskan mengenai tata cara dan mekanisme pendaftaran kekayaan intelektual untuk UMKM.
Dalam rangka peningkatan daya saing UMKM di Indonesia, agar dapat menembus pasar ASEAN, peran pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah dinilai penting.
Untuk itu, kegiatan penyampaian saran dan kebijakan dapat berkontribusi baik untuk mewujudkan UMKM Indonesia yang berdaya saing tinggi. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...