Kemenpar Targetkan Indonesia Destinasi Wisata Halal Nomor Satu

Editor: Koko Triarko

169
Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setia Harini, pada FGD bertajuk "Bimbingan Teknis Pengembangan Jalur Wisata Tematik (Muslim Friendly Tourism) di Jakarta, Kamis (11/10/2018). -Foto: Sri Sugiarti.
JAKARTA – Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setia Harini, menyebutkan, pihaknya ingin menjadikan Indonesia sebagai destinasi halal nomor satu di dunia. Maka, pihaknya terus berupaya mengembangkan wisata halal di Indonesia. 
“Salah satu program kita adalah menaikkan rangking di dunia untuk wisata halal. Tahun ini, kita masih ada di posisi kedua. Kita berharap, pada 2019 wisata halal Indonesia bisa menjadi rangking satu, jadi destinasi halal dunia,” kata Oneng pada Forum Group Discussion (FDG) bertajuk “Bimbingan Teknis Pengembangan Jalur Wisata Tematik (Muslim Friendly Tourism) di Jakarta, Kamis (11/10/2018).
Untuk mewujudkannya, kata Oneng, membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai elemen untuk mempersiapkan program-programnya, bagi daerah yang telah ditunjuk sebagai destinasi wisata halal.
Apalagi, wisata halal ini telah menjadi kebutuhan, tidak hanya bagi umat muslim, tapi juga nonmuslim. Sehingga, potensi wisata halal ini sangat besar dan tentu diperlukan berbagai inovasi untuk menarik lebih banyak wisatawan muslim berkunjung ke Indonesia.
Menurutnya, inovasi mendasar adalah memberikan edukasi tentang wisata halal kepada pemerintah daerah (pemda), dan para pelaku industri terhadap pentingnya sertifikasi produk halal.
“Edukasi ini konsen kita sampaikan kepada pelaku industri, karena sangat terkait dengan bagaimana kita buat produk-produk wisata halal,” papar Oneng.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya bertugas menjamin hak konsumen untuk mendapatkan kenyamanan dan keselamatan atas konsumsi, baik barang maupun jasa bagi wisatawan. Dan, tentu saja tentang informasi harus lebih jujur para pelaku usaha dalam penyiapan produksinya terkait dengan wisata halal.
Dia menegaskan, bicara pengembangan wisata halal di Indonesia bukan hanya tugas Kemenpar, tentu dibutuhkan kesadaran bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Bagaimana kami bisa menghasilkan wisata halal, wisata religi, wisata sejarah dan tradisi seni budaya,” tukasnya.
Oneng berharap, dari FGD ini bisa mendapatkan informasi dan berbagi pengalaman dari berbagai elemen dan pelaku industri dalam pengembangan wisata halal lengkap dengan produknya.
Karena, menurutnya, dalam pengembangan wisata halal itu tidak hanya menyediakan produknya saja, tapi juga bagaimana mengakses pemasaran produk wisata tersebut.
Baca Juga
Lihat juga...