Kemensos Siapkan Dana Tunjangan Korban Meninggal Gempa-Tsunami

Editor: Makmun Hidayat

193
Staf Ahli Menteri Sosial, Prof Dr Syahabudin - Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA — Kementerian Sosial tengah menyiapkan tunjangan senilai Rp15 – Rp25 juta bagi para ahli waris dari korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami.

“Kalau untuk bencana sosial sebenarnya tunjangannya Rp15 juta, tapi sesuai dengan pembicaraan terbaru kemungkinan akan ada kenaikan. Tapi ya antara Rp15-25 juta,” kata Staf Ahli Menteri, Prof. Dr. Syahabudin usai acara Bersatu untuk Sulteng di Aula Serbaguna Kominfo, Selasa (2/10/2018).

Untuk pengajuannya, menurut Syahabudin akan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten/kota dan Dinas Sosial Provinsi yang akan mengajukannya ke Kementerian Sosial.

“Jadi untuk warga negara yang merupakan penduduk dengan nama dan alamat yang jelas. Nanti Dinas Sosial daerah akan mengajukan rekomendasi ke Kemensos. Nanti baru akan ada pengurusannya. Dan ini tidak ada batas waktu, pokoknya bergantung pada data-data yang diajukan oleh dinas kabupaten/kota dan direkomendasi oleh dinas provinsi,” papar Syahabudin.

Untuk saat ini, Syahabudin mengatakan kegiatan difokuskan pada trauma healing dan pelayanan dapur umum. Ini dilakukan agar bencana alam yang terjadi jangan sampai memicu bencana sosial.

“Kondisi di pengungsian, misalnya distribusi makanan dan logistik yang tidak merata berpotensi menimbulkan bencana sosial di masyarakat, yang berawal dari rasa depresi. Sehingga, kami dari kemensos akan melakukan yang terbaik dengan menghadirkan tim psikososial untuk membuat pengungsi merasa seperti di rumah yang berasal dari relawan, psikolog, tim Kemensos maupun dari kalangan agama,” ucap Syahabudin.

Proses trauma healing dan pendampingan ini akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang di masyarakat.

“Untuk layanan dapur umum, saat ini sudah ada di 9 titik yang mampu memasak 500 bungkus nasi dalam 1 jam. Dapur umum ini semua dikelola oleh tim Tagana (Taruna Siaga Bencana). Titik dapur umumnya itu antara lain ada di Kantor Dinas Sosial Prov Sulteng, Rumah Jabatan Gubernur, Desa Lasoani Kawatuna, Lapangan Wali Kota Palu dan Perumnas Balaroa,” kata Syahabudin lebih lanjut.

Syahabudin menyatakan hingga hari ini, bantuan makanan dari Kemensos sudah mencapai Rp37 miliar untuk daerah Palu dan Donggala.

“Saat ini kami berencana untuk menyewa 1 pesawat lagi untuk mengirimkan logistik ke daerah bencana. Pengiriman akan dilakukan dari Halim ke Lanud Makasar. Nanti dari Makasar baru akan didistribusikan ke daerah bencana. Di Lanud Makasar sendiri sudah ada 1 ton makanan dan kita akan memberangkatkan lagi 35 ton makanan,” pungkas Syahabudin.

Baca Juga
Lihat juga...