Kemlu Terus Kembangkan Aplikasi ‘Safe Travel’

Editor: Koko Triarko

142
Kepala Seksi Kampanye Penyadaran Publik Dit. PWNI dan BHI, Hernawan Bagaskoro Abid -Foto: Suki
JAKARTA – WNI yang menggunakan aplikasi Safe Travel dalam satu negara yang sama di luar negeri, bisa berinteraksi atau saling mengirim pesan teks. Ke depan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan mengembangkan aplikasi tersebut menjadi lebih menarik. Pengguna dalam satu negara tidak hanya bisa saling mengirim pesan teks, tapi juga berbagi foto dan video.
Setelah dikembangkan menjadi aplikasi multi platform pada Januari 2018, Safe Travel sudah diunduh oleh sekitar 27.000 pengguna Android dan 5.000 pengguna sistem operasi ios. Dari total keduanya, 3.000 pengguna di antaranya sudah menggunakan aplikasi tersebut di luar negeri.
Dengan aplikasi tersebut, WNI yang tengah berada di luar negeri bisa menekan tombol darurat, ketika mengalami masalah atau membutuhkan pertolongan. Kemudian mengirimkan pesan, foto atau video mengenai masalah yang tengah dihadapi.
Dengan begitu, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (Dit. PWNI dan BHI) Kemlu di Jakarta serta Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tersebut, akan sama-sama menerima laporan. Laporan tersebut lengkap dengan lokasi WNI yang tengah dalam keadaan darurat, sehingga pihak KBRI bisa langsung turun tangan memberikan bantuan.
Ternyata, selain berguna dalam kondisi darurat, Safe Travel juga menyediakan beberapa fitur menarik. Salah satu yang sudah dan terus dikembangkan Dit. PWNI dan BHI, yaitu fitur ‘Sekitarku’.
Seperti yang disampaikan Kepala Seksi Kampanye Penyadaran Publik Dit. PWNI dan BHI, Hernawan Bagaskoro Abid, kepada Cendana News, Kamis (11/10/2018).
“Kami terus mengembangkan fitur-fitur di aplikasi tersebut. Seperti fitur ‘Sekitarku’. Jadi, sesama pengguna Safe Travel di satu negara bisa berkirim pesan,” kata Hernawan.
Menurut Hernawan, Dit. PWNI dan BHI menerima banyak masukan, baik dari media maupun pengguna, sebagai bahan pertimbangan untuk terus mengembangkan aplikasi tersebut.
Dengan terus berinovasi, ia berharap aplikasi tersebut semakin menarik dan bermanfaat untuk WNI yang tengah berada di luar negeri. Baik yang tengah liburan, belajar maupun bekerja.
“Kami masih melakukan pengembangan. Masukan kami tampung dan didiskusikan dalam rapat. Kami akan mengoptimalkan sistem chatting. Jika selama ini hanya bisa chatting, mungkin ke depan bisa berbagi foto atau video,” kata Hermawan.
Baca Juga
Lihat juga...