Kerajinan Berbahan Limbah Pukau Pengunjung Paviliun Indonesia

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

237

BADUNG — Produk daur ulang dari UMKM Bee Handycraft mampu memukau pengunjung Paviliun Indonesia yang dibuka secara resmi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Dengan semua bahan baku merupakan bahan daur ulang, UMKM ini mampu menghadirkan produk yang berkualitas.

Anak Agung Ayu Mas Utari, Co Founder dari UMKM Bee Handycraft Bali.-Foto: Sultan Anshori

Anak Agung Ayu Mas Utari selaku Co Founder dari UMKM Bee Handycraft Bali mengatakan, pihaknya selalu memprioritaskan penggunaan limbah sebagai bahan baku pembuatan kerajinan. Mulai dari kain, kayu bekas, kertas atau karton bekas hingga pembungkus atau kaleng oli bekas.

“Semua berbahan dasar dari limbah bekas. Jadi kami ingin membuat kerajinan yang benar-benar ramah dengan lingkungan,” ucapnya dalam kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan perhelatan Pertemuan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) di kawasan Nusa Dua, Bali, yang rencananya akan berlangsung hingga 14 Oktober mendatang.

Wanita yang akrab disapa Gek Mas Utari ini menambahkan, rata-rata bahan baku diperoleh dari lingkungan sekitar. Mengenai kualitas, hasil kerajinan yang ia buat tidak kalah dengan yang lain. Bahkan mampu membuat seri cerita dalam setiap kerajinan kipas yang dibuat.

“Seperti pada kipas, membuat cerita pewayangan dalam setiap karya kami. Tujuannya tidak lain adalah untuk memperkenalkan budaya lokal, khususnya di Bali kepada masyarakat dan para delegasi IMF/WB yang datang ke Paviliun Indonesia ini,” imbuh wanita berparas cantik ini di Denpasar, Selasa, (9/10/2018).

Ia menambahkan, dalam pameran yang digelar atas dukungan dari salah satu Bank Negara ini, pihaknya juga mengajak para delegasi yang datang untuk turut serta terlibat dalam menciptakan sebuah kerajinan tangan. Mulai dari awal pembuatan hingga finishing.

“Hasilnya mereka langsung bisa bawa pulang. Gratis,” tegas Utari.

Dibukanya Paviliun Indonesia dan beberapa stand UMKM direspon positif oleh para delegasi. Seperti yang diungkapkan oleh Indriani Widiastuti yang merupakan salah satu delegasi dari Indonesia. Menurutnya ini merupakan langkah bagus memperkenalkan Indonesia secara kilas.

Selain itu, kegiatan ini juga sangat bagus dalam upaya untuk mendorong para pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya di dalam event Internasional.

“Dengan Paviliun ini kita bisa mengenalkan Miniatur Indonesia. Bahwa kita kaya akan budaya serta berbagai macam produk lokal termasuk kerajinan,” ujar Indriani Widiastuti.

Sekedar untuk diketahui, dalam Paviliun Indonesia terbagi dalam beberapa ruangan sesuai tema seperti BUMN Hall, workshop, pameran, area VIP, area investasi, serta “coffee shop“.

Baca Juga
Lihat juga...