Konsep Rumah PUPR Kurang Diminati Korban Gempa NTB

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

146
Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum. Foto: Turmuzi

MATARAM — Konsep Rumah Instan Sehat Sederhana (Risha) yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kurang mendapat respon dari sebagian korban gempa Lombok.

“Sebagian besar masyarakat korban gempa Lombok justru masih tetap membangun rumah dengan konsep dan model rumah konvensional dan rumah kayu,” kata Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum di Mataram, Senin (8/10/2018).

Berdasarkan data BPBD, Jumlah masyarakat korban gempa yang membangun rumah dengan konsep Risha 1.806 Kepala Keluarga (KK), rumah konvensional (Riko) 826 KK dan rumah kayu (Rika) 1.062. Meski model berbeda, tapi konsep semua bangunan rumah harus tahan gempa.

Terkait progres hasil verifikasi seluruh rumah yang mengalami kerusakan mencapai 177.280 unit. Dengan rincian, 63.680 rumah rusak berat, 26.536 unit rusak sedang dan 87.064 unit rumah rusak ringan.

“Dari total rumah dengan kategori rusak berat sebanyak 63.680, baru sekitar 6.061 yang menerima melalui rekening dan diberikan secara bertahap,” katanya.

Dikatakan, proses pembangunan rumah hunian tetap telah mulai dilaksanakan, tapi karena akan datang musim hujan tentunya dibutuhkan juga hunian sementara.

Selain pembangunan rumah korban gempa, proses pembangunan fasilitas umum juga terus dilakukan. Dari data masuk, sebanyak 1.317, verifikasi lapangan 1.240, rekomendasi PUPR 1.239.

“Sementara fasilitas pendidikan dan kesehatan sebanyak 719, dengan rincian tidak dibangun 520, proses dibangun 119 dan telah selesai 19 unit,” tambahnya.

Sebelumnya Gubernur NTB, Zulkiflimansyah meminta kepada pemerintah pusat, supaya proses pencairan dana bantuan pembangunan rumah bagi masyarakat korban gempa di NTB dipercepat.

Permintaan tersebut, disampaikan Zul, mengingat musim hujan akan tiba, sehingga masyarakat dapat menempati rumah yang dibangun.

Selain untuk menghindari masyarakat dari genangan air dan hawa dingin, juga untuk menghindarkan dari timbulnya berbagai penyakit menular.

Baca Juga
Lihat juga...