Korban Gempa Palu Terus Berdatangan ke Balikpapan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

162

BALIKPAPAN — Sejak Kota Balikpapan dinyatakan sebagai daerah Penyangga Penanggulangan Bencana Gempa untuk Palu, korban gempa hingga kini terus berdatangan, baik menggunakan transportasi udara maupun laut.

Meskipun korban gempa terus berdatangan, sebagian besar dari mereka hanya transit untuk istirahat, kemudian melanjutkan kembali ke daerah asal atau tempat sanak keluarganya.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. Foto: Ferry Cahyanti

“Mereka yang datang tidak menetap di kota Balikpapan. Kalau ada pesawat TNI AU menuju daerah tujuannya, ya mereka ikut naik. Paling lama 2-3 hari di tempat pengungsian yang telah disediakan,” ungkap Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Senin (8/10/2018).

Menurut Rizal, Pemerintah kota bersama masyarakat juga memberikan bantuan kepada pengungsi yang ingin pindah dari tempat penampungan tapi tak memiliki uang untuk membeli tiket penerbangan.

“Kami bantu dan masyarakat juga membantu. Termasuk konsumsi juga didrop untuk pengungsi,” sebutnya.

Dalam penyediaan tempat bagi korban gempa Palu tidak hanya di Base Ops milik Lanud Balikpapan, namun pemerintah juga telah menyiapkan Asrama Haji Batakan sejak 28 September lalu.

“Mereka sebentar saja di Balikpapan. Selebihnya berpindah tempat ke daerah lain karena banyak juga pengungsi yang bukan asli warga Palu dan lainnya,” tandas Rizal.

Ketika disinggung apabila korban atau pengungsi ingin menetap di Balikpapan, lanjut Rizal, pemerintah kota akan berkoordinasi dengan Pemprov dan kepala daerah lainnya.

“Kita lapor ke Gubernur Kaltim dulu, mungkin ada beberapa daerah yang punya lokasi untuk dibuka sebagai lahan pertanian. Ya, semacam transmigrasi spontan, bisa ke Kutai Kartanegara, ke Penajam Paser Utara atau Kutai Timur yang memiliki wilayah cukup luas. Kalau di sini (Balikpapan), lahannya tidak cukup,” pungkasnya.

Sementara itu, pada sore ini (8/10) dijadwalkan dengan menggunakan kapal Labobar milik PT Pelni akan datang membawa puluhan korban gempa Palu ke Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Bantuan dari negara sahabat pun hari ini kembali datang, setelah pada Minggu (7/10) kemarin, Pemerintah Australia juga telah mendatangkan bantuan senilai Rp100 miliar.

Baca Juga
Lihat juga...