Korban Meninggal Gempa-Tsunami Palu, 1.235 Orang

Editor: Satmoko Budi Santoso

194

JAKARTA – Empat hari pasca-gempa bumi dan tsunami yang menerjang Palu, Donggala, dan sekitarnya, jumlah korban yang meninggal dunia terus bertambah. 

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala dan sekitarnya mencapai 1.235 orang.

“Hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia sudah 1.235 orang yang berhasil diidentifikasi, dan diperkirakan akan terus bertambah. Karena tadi sudah ada 15 korban meninggal lagi, tapi belum bisa diidentifikasi,” kata Sutopo Purwo Nugroho, saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Untuk korban meninggal dunia sendiri, kata Sutopo, kebanyakan korban meninggal karena tertimpa oleh bangunan yang roboh karena gempa. Seperti di hotel, gedung, perumahan dan sebagian di rumah. Sedangkan untuk korban korban luka berat tercatat 799 jiwa, semua sudah dirawat di berbagai rumah sakit yang ada di sejumlah tempat.

“Sementara itu jumlah total pengungsi yang dibagi dalam 109 titik hingga siang ini sudah mencapai 61.867 jiwa, dan kita juga memperkirakan hal ini akan terus bertambah,” jelasnya.

Sutopo menyebutkan bahwa untuk korban yang meninggal dunia, sebagian sudah ada yang dimakamkan, sementara sebagian lainnya masih butuh proses identifikasi hingga akhirnya dimakamkan. Rencananya besok akan dilakukan pemakaman massa.

“Rencananya besok akan dilakukan pemakaman massa, melihat para korban yang meninggal dunia sudah menimbulkan bau sehingga mengakibatkan datangnya penyakit,” ujarnya.

Untuk evakuasi sendiri, ungkapnya, pencarian dan penyelamatan korban telah dibantu sejumlah personel. Perlengkapan Tim SAR gabungan juga terus berdatangan dari Basarnas,
TNI, Polri, dan Kementerian ESDM.

Tim Basarnas dan Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian korban di antaranya di Hotel Roa-Roa, Sigi, Donggala, Balaroa, Patobo, Mall Ramayana, Restaurant Dunia Baru, Pantai Talise Mercure. Hasil evakuasi oleh Tim SAR pada Minggu (30/9/2018) ditemukan 13 meninggal dunia dan 2 selamat.

“Kendala hingga saat ini adalah listrik padam, akses komunikasi, alat berat terbatas, jumlah personel dan perlengkapan perlu ditambah. Kondisi jalan juga rusak untuk mengirim alat berat dari luar Palu susah,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...