Korban Meninggal Gempa-Tsunami Palu 1.571 Orang

Editor: Mahadeva WS

224

JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia, akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bertambah bertambah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (5/10/2018), jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.571 orang.

“Berdasarkan catatan yang masuk ke BNPB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.571 orang. Terdiri dari 144 orang di Donggala, 1.352 orang di Palu, 62 orang di Sigi, 13 orang di Parigi Moutong, dan satu orang Pasang Kayu di Sulawesi Barat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (5/10/2018).

Sutopo menyebut, korban meninggal dunia yang berhasil dimakamkan hingga saat berjumlah 1.551 jenazah. Para korban dimakamkan di penguburan massal Poboya, Pantoloan, dan pemakaman keluarga. “Kita terus usahakan agar para korban yang meninggal dunia yang sudah diidentifikasi, langsung dimakamkan karena sudah bau. Dan ini dilakukan agar tidak menimbulkan penyakit,” tambahnya.

Saat ini, korban luka berat mencapai 2.549 orang. Korban luka dirawat di beberapa rumah sakit, yang tersebar di beberapa titik. Sementara korban hilang mencapai 113 orang, dan korban tertimbun mencapai 152 orang.

Untuk jumlah pengungsi, hingga Kamis (4/10/2018) malam, BNPB mencatat sudah mencapai 70.821 jiwa. Mereka tersebar di 141 titik. “Kita perkirakan, jumlah ini akan terus bertambah, seiring dengan pencapaian dan evakuasi yang terus dilakukan,” ungkapnya.

Sutopo menyebut, pada Kamis (4/10/2018), Tim SAR gabungan menemukan banyak jenazah di sejumlah lokasi. Mereka adalah meninggal dunia karena tertimbun di Balaroa, yang mengalami amblesan dan kenaikan. Jumlah yang jenazah yang ditemukan 103 orang.

Baca Juga
Lihat juga...