Korban Meninggal Gempa-Tsunami Palu 2.010 Orang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

184
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Berdasar data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat gempa-tsunami di Palu, Donggala dan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 2.010 orang.

“Korban meninggal per tanggal 9 November, pukul 13.00 WIB adalah 2.010 orang. Jumlah diperkirakan akan terus bertambah,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Disebutkan, di Palu berjumlah 1.601 orang, kemudian di Sigi 222 orang, Donggala 171 orang, Parigi Moutong 15 orang dan di Pasangkayu, Sulbar satu orang.

“Untuk jumlah korban yang sudah dimakamkan 2.010 jenazah, di sejumlah pemakaman. Di antaranya pemakaman massal 934, pemakaman keluarga 1.076 jenazah,” ujarnya.

Untuk korban luka 10.679 orang, 2.549 luka berat dan 8.130 luka ringan. Sedangkan yang dinyatakan hilang 671 orang. Jumlah pengungsi hingga saat ini 82.775 jiwa. 74.044 jiwa berada di 112 titik di Sulteng, 8.731 jiwa di luar Sulteng.

“Untuk rumah rusak sebanyak 67.310 unit, 99 unit fasilitas peribadatan, 20 unit fasilitas kesehatan, 1 rumah sakit, 10 puskesmas, 4 pustu dan 5 poskesdes,” sebutnya.

Sutopo menambahkan, untuk percepatan penanganan darurat, prioritasnya melanjutkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan medis, dan penanganan jenazah, serta bantuan Logistik dan pemulihan ekonomi.

“Selain itu percepatan pemulihan infrastruktur dan pelayanan umum, listrik, pasokan BBM, Air bersih, Relokasi Huntap dan pembangunan Huntara, telekomunikasi, kepemerintahan daerah, sekolah darurat, dan penanganan bantuan luar negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim SAR gabungan yang dikoordinir oleh BASARNAS menemukan 46 korban meninggal dunia (MD) pada H+10 (8/10/2018) hingga pukul 18.00 WITA, yaitu:
a. Kota Palu (43): Petobo (20), Balaroa (18), Rumah Makan Dunia Baru (1), Jl. Cumi-cumi/Talise (2), Mamboro (1), Bamba (1), Sigi: Biromaru (2) dan Donggala: Pantoloan (1).

“Jumlah korban yang berhasil ditemukan Tim SAR gabungan yang dikoordinir Basarnas 864 (778 MD dan 86 selamat) sejak tanggal 29/9/2018 – 8/10/2018. Sedangkan yang ditemukan oleh relawan, masyarakat, dan petugas lainnya sebanyak 1.232, sehingga total jumlah meninggal dunia 2.010 orang,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...