Korban Terus Bertambah, BNPB Catat 1.407 Orang Meninggal

Editor: Satmoko Budi Santoso

207

JAKARTA – Hingga hari kelima pasca-gempa dan tsunami di Palu dan Gorontalo, Sulawesi Tengah, korban meninggal dunia terus bertambah. Hingga saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah 1.407 dinyatakan meninggal dunia, dan diperkirakan akan terus bertambah.

“Hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia tercatat sudah mencapai 1.047 orang dan diperkirakan korban meninggal dunia ini akan terus bertambah,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Sehari sebelumnya, Selasa (2/10), kata Sutopo, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala mencapai 1.235 orang. Artinya, dari hari sebelumnya jumlah orang yang meninggal dunia bertambah hampir 200 orang.

“Memang korban meninggal dunia ini pasti terus bertambah, sebab pencarian dan evaluasi terus dilakukan oleh TNI, Politik,” ujarnya.

Lebih jauh Sutopo merinci, korban meninggal dunia itu paling banyak di Palu dengan jumlah 1.177 orang, lalu korban meninggal dunia selanjutnya di Donggala mencapai 153 orang, Sigi 65 orang, dan Parigi Mutong sebanyak 12 orang.

“Diperkirakan data terus bergerak naik, termasuk kerusakan. Dari 1407 yang dinyatakan meninggal dunia, 519 korban tewas di antaranya sudah dimakamkan. Namun, pihaknya tetap berupaya mengidentifikasi jenazah sebelum pemakaman,” ungkapnya.

Sutopo juga menyebut, korban dengan luka berat mencapai 2.549 orang. Selain itu, sebanyak 114 orang masih dinyatakan hilang. Sementara pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan oleh TNI dan Polisi serta relawan, proses evakuasi juga terus diintensifkan guna mencari korban yang ada di reruntuhan gedung, hotel dan perkantoran.

“Penanganan medis dan jenazah sudah bertambah baik, infrastruktur juga sudah mulai normal di Palu dan Donggala, seperti listrik, jalan dan telekomunikasi. Kita berharap penanganan dan evakuasi korban lebih mudah guna menemukan korban,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Sutopo, untuk bantuan internasional, hingga saat sudah ada 26 negara dan empat organisasi internasional yang menawarkan bantuan. Dari 26 negara tersebut, kata Sutopo, hanya 17 negara yang sudah menyampaikan secara tertulis untuk memberikan bantuan.

“Dari 29 negara dan 4 organisasi internasional yang menawarkan tadi, kita sortir dulu, dan setelah kita pertimbangkan hanya 17 negara yang memenuhi bantuan yang kita inginkan. Sebenarnya, beberapa negara menawarkan tenaga medis, tapi tidak difasilitasi dan ditolak karena kita tidak membutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...