KPU Sulteng Meminta Penundaan Pengiriman Logistik

178
Kotak suara, ilustrasi -Dok: CDN

PALU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah, meminta penundaan pengiriman logistik, penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Penundaan dilakukan karena, KPU Sulteng tidak memiliki gudang yang akan digunakan untuk menyimpannya.

Saat ini KPU Sulyteng, masih melakukan upaya untuk mendapatkan gudang baru, sebagai tempat penyimpanan logistik Pemilu 2019. “Alasan penundaan karena kondisi gudang logistik sedang rusak,” kata Ketua KPU Sulteng Tanwir Lamaming, Sabtu (13/10/2018). Namun upaya mencari alternatif gudang sementara yang dapat disewa, dimungkinkan masih akan rumit dilakukan, karena hampir semua wilayah Palu terdampak gempa. “Logistik yang ditunda yakni kotak suara,” tambahnya.

Kemungkinan, adanya kebijakan penundaan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Sulteng ditegaskannya tidak ada. Termasuk di daerah terdampak bencana seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala serta sebagian Kabupaten Parigi Moutong. “Kami akan berusaha bekerja semaksimal mungkin, untuk kesuksesan Pemilu tahun 2019,” tegas Tanwir.

Sementara itu, Inspektur KPU RI, Adiwijaya mengatakan, secara nasional, logistik Pemilu dijadwalkan sudah sampai di kabupaten dan kota paling lambat pada 26 November 2018.  “Di sebagian tempat sudah terkirim, seperti Provinsi Banten,” ujarnya.

Namun, kejadian bencana di Sulteng, telah disikapi oleh KPU dengan meminta produsen, menunda penyaluran logistik di daerah terdampak bencana. Logistik itu akan disalurkan setelah gudang penyimpanan logistik dinyatakan siap. “Kalau logistiknya siap, namun gudangnya tidak siap, nantinya rusak,” jelas Adiwijaya.

Terkait dengan data daftar pemilih tetap (DPT), secara nasional telah masuk dalam tahapan DPT hasil perbaikan (DPTHP), paling lambat ditetapkan pada 16 November 2018. “Kita harapkan dalam tengat waktu itu, KPU Sulteng telah memasukkan perbaikan,” pungkas Adiwijaya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...