KSU Derami Dirikan Dua Posdaya Baru di Kawasan Pasar

Editor: Satmoko Budi Santoso

236

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, melalui unit usaha yakni Tabur Puja, terus menyasar masyarakat untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam hal menawarkan pinjaman modal usaha.

Kota Padang memiliki sejumlah pasar, mulai dari pasar raya hingga ke pasar pembantu yang tersebar di sejumlah kelurahan. Kondisi ini, turut mengundang ide dari Tabur Puja, untuk hadir sebagai pihak yang membantu memberikan pinjaman modal usaha.

Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengatakan, kini KSU Derami Padang tengah membidik kawasan yang merupakan tempat pasar dengan kondisi pasar tidak begitu besar, untuk didirikan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Manajer Tabur Puja Margono Okta/Foto: M. Noli Hendra

Alasan milihat kawasan itu, dikarenakan kawasan pasar berdekatan dengan pusat kota dan pantai, dinilai sebagai tempat yang strategis untuk menawarkan pinjaman lunak dari Tabur Puja.

“Dulu waktu saya jadi Asisten Kredit (AK) pernah berhubungan langsung dengan Posdaya yang ada. Berdekatan dengan kawasan yang kita rencanakan kini untuk didirikan Posdaya. Setidaknya ada dua Posdaya yang akan didirikan itu. Kita lihat di tempat baru itu, sangat potensial. Dalam waktu dekat akan kita bentuk Posdaya di sana,” katanya, Jumat (12/10/2018).

Menurutnya, sebelum didirikan Posdaya, tentu KSU Derami bersama Tabur Puja akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Langkah tersebut memang sudah sesuai prosedur sebelum didirikan Posdaya baru. Ia optimis, rencana untuk mendirikan dua Posdaya baru di kawasan pasar itu, bakal terwujud.

Meno melihat, di pasar pembantu yang berlokasi di Jalan Juanda berdekatan dengan Purus Padang. Pada umumnya pedagang di sana menjual sejumlah komoditas. Seperti kelapa tua, ikan segar, beras, sayur-sayuran, cabai, bawang, dan banyak jenis komoditas lain yang  merupakan potensi bagus untuk dihadirkan Tabur Puja.

“Namanya pedagang, tentu butuh modal. Apalagi di Tabur Puja, pinjaman awal cukup rendah dan tidak akan memberatkan masyarakat, yakni Rp2 juta per orang. Pembayaran kredit hanya Rp100 ribu lebih per pekan. Tujuan kita, jika nanti hadir Posdaya, usaha pedagang di pasar itu semakin tumbuh dengan baik,” ucapnya.

Ia tidak menampik bahwa ada pihak lembaga keuangan lain yang sempat membantu pedagang di sana dalam pinjaman modal usaha. Kini lembaga itu sudah tutup buku. Namun dengan memiliki Posdaya yang memiliki misi 4 pilar, yakni pilar pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi, akan mampu mengatasi persoalan yang pernah dialami oleh lembaga keuangan sebelumnya.

Melalui peran 4 pilar di Posdaya, tidak hanya hadir untuk memberikan pinjaman modal usaha. Tetapi juga dapat memberikan pemberdayaan kepada masyarakat yang bisa saja bukan sebagai nasabah Tabur Puja, akan tetapi dapat menambah pengetahuan dan tempat bersilaturahmi.

“Posdaya tidak hanya menjalankan peran sebagai penyalur dana pinjaman Tabur Puja. Dengan hadirnya Posdaya akan dapat membuka ide masyarakat di bidang lain. Sebut saja untuk lingkungan. Bisa saja ke depan, lingkungan di pasar jadi lebih bersih, karena ada ide untuk memanfaatkan sampah yang mungkin bisa dikelola. Nah, hal semacam ini yang kita lihat, di kawasan pasar itu memiliki potensi bagus untuk dikelola melalui hadirnya Posdaya,” sebutnya.

Dengan adanya rencana penambahan dua Posdaya itu, ke depan jumlah Posdaya yang berada di bawah KSU Derami bisa mencapai 40 Posdaya. Tersebar di sejumlah daerah di Kota Padang. Saat ini, ada 32 Posdaya yang tengah berjalan, dan 6 Posdaya yang sempat tutup, kini akan difungsikan kembali. Apalagi, kini, juga ada rencana penambahan dua Posdaya baru tersebut.

“Kalau dihitung dari sisi pendapatan di Tabur Puja, dengan memiliki Posdaya yang banyak, maka akan memiliki nasabah yang banyak pula. Sejalan dengan itu, tentu akan memberikan pendapatan yang bagus bagi Tabur Puja. Meski hanya dalam angka yang sedikit,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...