KSU Derami Hidupkan Kembali Enam Posdaya yang Mati Suri

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

191

PADANG — Setelah adanya rekomendasi dari Yayasan Damandiri, Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat akan menghidupkan kembali Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) di Kota Padang, yang sebelumnya dinyatakan tutup.

Dari keterangan Manager Tabur Puja Padang,Margono Okta, ada enam Posdaya yang akan dibuka kembali, setelah cukup lama tutup. Di antaranya Baitu Makmur, Permata Bunda, Hidayah, Padang Besi, dan Teratai Salju. Alasannya, karena KSU Derami melihat masih ada potensi masyarakat yang dapat dikelola melalui pinjaman modal usaha dari unit Tabur Puja.

Manajer Tabur Puja Margono Okta/Foto: M. Noli Hendra

“Saat ini mereka telah mulai jalan kembali. Kebijakan khusus dari KSU Derami melalui unit Tabur Puja akan ada sisipan dana sebesar 10 persen, supaya posdaya dapat berjalan dengan baik, dan tidak kembali terpuruk,” katanya, Selasa (9/10/2018).

Ia menyebutkan, dulunya, enam Posdaya itu cukup bagus dalam sistem dan manajemen pengelolaannya. Namun, seiring waktu berjalan ditemukan adanya hal-hal yang di luar ketentuan dan di ambang penutupan.

Persoalan yang banyak dihadapi yakni tunggakan kredit yang cukup besar, pemanfaatan identitas anggota Posdaya untuk kepentingan pengurus, dan adanya indikasi pengurus yang terdiri dari keluarga inti sehingga dicurigai adanya penyelewengan dana,” ujarnya.

Meno juga mengatakan, dengan dihidupkannya kembali, Tabur Puja akan terus melakukan pemantuan melalui perannya Asisten Kredit (AK), mulai dari pelaporan pembukuan dan pengajuan pinjaman modal usaha dari calon anggota Posdaya. Selain itu, juga akan ada pembinaan dari KSU Derami berupa penerapan 4 pilar yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

Selain yang enam tersebut, masih ada Posdaya yang dibiarkan ditutup. Alasan tidak di ikut sertakan, karena hal-hal yang telah dilakukan dinilai pelanggaran yang fatal.

“Ada Posdaya setorannya kosong, dengan alasan kondisi usaha rakyatnya menurun, karena pelanggan yang pada umumnya mahasiswa lagi libur kuliah. Alasan yang tidak masuk akal,” tegasnya.

Meno mengakui memang tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini cukup banyak Posdaya yang ada di Kota Padang tumbuh dengan baik. Istilah menyebutkan, Posdaya yang dalam kondisi stabil itu lagi disayang-sayang. Hal inilah yang perlu didorong, untuk membantu masyarakat terutama tergolong pra sejahtera.

Baca Juga
Lihat juga...