LKKS Dorong Keluarga Miskin Berpikir Bisnis 

Editor: Koko Triarko

178
PADANG – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumatra Barat, terus berupaya mengentaskan kemiskinan di setiap kabupaten dan kota. Salah satunya dengan menggandeng corporate social responsibility (CSR) perusahaan maupun BUMN atau BUMD.
“Ini merupakan upaya kita, guna mengentaskan kemiskinan. Karena dalam hal ini, semua pihak berperan, tidak hanya pemerintah dan organisasi sosial saja,” ujar Ketua Umum LKKS, Nevi Zuairina, Rabu (10/10/2018).
Ia menyebutkan, dengan adanya kepedulian dari sejumlah CSR dari BUMN/BUMD, kepada keluarga kurang mampu yang mendapatkan bantuan, harus dapat mengembangkan semacam usaha, sehingga dapat keluar dari kemiskinan.
“Bantuan yang diberikan itu hanya sebagai pelengkap. Kita mesti berusaha bagaimana mensejahterakan keluarga kita, sehingga dapat keluar dari jerat kemiskinan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk terlepas dari status sosial itu, yakni dengan meningkatkan perekonomian keluarga. Seperti membuka peluang usaha d idaerahnya.
Contohnya, keluarga yang kurang mampu yang mendapat bantuan itu, dapat bercocok tanam, berdagang atau membuka usaha lain di daerahnya. Sehingga, ekonomi keluarga akan terangkat.
Selain itu, LKKS juga terus memberikan pelatihan berwirausaha bagi masyarakat kurang mampu, yakni pelatihan membuat produk yang dapat dipasarkan.
“Jadi, kita terus berikan pelatihan kepada masyarakat kurang mampu, guna menciptakan kemandirian bagi mereka dengan menumbuhkan jiwa berwirausaha, sehingga dapat membantu perekonomian keluarganya. Karena mereka dapat membuat semacam inovasi produk yang dapat dipasarkan,” tukasnya.
Ia berharap, dengan saling bahu membahu dalam pengentasan kemiskinan ini, ke depan akan berdampak semakin berkurangnya jumlah keluarga kurang mampu di Sumatra Barat.
Sementara, Kepada Bidang Pendidikan dan Pelatihan LKKS Provinsi Sumatra Barat, Edi Suandi, menambahkan, harapan yang disampaikan oleh Ketua Umum LKKS tersebut, beriringan adanya pelatihan terhadap sejumlah kelompok masyarakat.
Kegiatan yang yang dikenal dengan Romd Table Meeting (RTM) Kesejahteraan Sosial tersebut, 82 orang yang diikutsertakan, yang terdiri dari berbagai unsur. “Target kita setelah adanya pelatihan, mampu membuka ide-ide cemerlang masyarakat, supaya bisa merubah hidup melalui ekonomi”, katanya.
Apalagi, sambungnya, peserta yang hadir itu juga telah lama dibina oleh LKKS, seperti adanya pengurus LKKS kabupaten dan kota. TKSK (Tenaga Kerja Sosial Kecamatan). Pendamping KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dan KUBE Disabilitas. Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. Karang Taruna Provinsi Sumatra Barat. IKPSM Provinsi Sumatera Barat dan, Pengurus LKKS Provinsi Sumatra Barat.
“Bicara menjalankan usaha, tidak lepas dari finansial. Hal inilah yang kita lakukan bekerja sama sama dengan CSR dari BUMN/BUMD yang ada di Sumatra Barat. Ide-ide yang dimunculkan dalam pelatihan ini, pun untuk memancing pemikiran dari masyarakat, supaya dapat menjalankan usaha,” ujarnya.
Menurutnya, kemiskinan adalah permasalahan yang sangat kompleks. Dalam pemahaman yang paling sederhana, kemiskinan dapat dilihat dari dua sudut, yaitu material dan kultural. Kedua sudut pandang tersebut mempunyai asumsi yang berbeda tentang cara penanganan kemiskinan.
Namun dalam batas-batas tertentu, kerapkali sebuah strategi penanganan kemiskinan mempunyai nuansa material yang kental, tapi pada konteks yang lain, strategi itu justru menggagas perubahan kultural.
“Strategi yang mempunyai dua muka tersebut, salah satunya adalah strategi penanganan kemiskinan melalui pengembangan masyarakat/pengorganisasian masyarakat,” katanya.
Lalu, untuk pengembangan masyarakat merupakan metode yang cukup efektif untuk membantu mengatasi masalah kemiskinan, atau paling tidak mencegah munculnya masalah-masalah turunan dari kemiskinan.
Sebut saja busung lapar, kurang gizi (malnutrisi), anak putus sekolah, bayi terlantar, masalah anak jalanan, kondisi lingkungan pemukiman yang buruk, kriminalitas, prostitusi, dan lainnya.
Masalahnya, dibutuhkan komitmen jangka panjang untuk memfasilitasi kesinambungan dari upaya pengembangan/pengorganisasian masyarakat yang berjalan, agar target jangka panjang dalam mengentaskan kemiskinan, dapat terwujud.
Ia melihat, dengan memiliki usaha, akan mampu memberikan sisi ekonomi keluarga yang bagus. Kondisi demikian, akan membuat persoalan kemiskinan dapat diatasi. Untuk itu, LKKS mendukung agar keluarga kurang mampu untuk berpikir menjalankan usaha di dalam keluarganya.
Baca Juga
Lihat juga...