Lombok Barat Masih Berstatus KLB Malaria

133
Ilustrasi malaria - Foto istimewa

LOMBOK BARAT – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih mempertahankan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria. Langkah tersebut diambil karena, jumlah penderita saat ini mencapai lebih dari 300 orang.

Penderita tersebut, tersebar di tiga kecamatan yang ada di Lombok Barat. “Status KLB belum dicabut. Kami tunggu situasi sudah membaik dulu,” kata Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Selasa (9/10/2018).

Sebagian besar penderita malaria, ditemukan di Kecamatan Gunungsari, disusul Kecamatan Batulayar dan Lingsar. Ketiga kecamatan tersebut merupakan daerah terdampak gempa bumi cukup parah beberapa waktu lalu. Meskipun jumlahnya semakin banyak, kondisi warga yang terjangkit malaria relatif tidak terlalu parah, dan masih bisa menjalani proses rawat jalan. “Semuanya tidak ada yang rawat inap, hanya rawat jalan, karena tingkat keakutan penyakitnya relatif ringan,” ujarnya.

Pemkab Lombok Barat, tetap memberikan perhatian serius terhadap penanganan wabah malaria. Tindakan lebih masif terus dilakukan, untuk mencegah semakin bertambahnya jumlah penderita. Tindakan pengasapan (fogging) akan dilakukan, meskipun tidak terlalu berpengaruh terhadap penyebaran malaria, karena hanya membunuh nyamuk demam berdarah.

Namun demikian, Fauzan menyebut, upaya tersebut sengaja dilakukan untuk membantu psikologis masyarakat di tiga kecamatan yang terjangkit wabah malaria. “Upaya pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan kelambu antimalaria. Jumlah kelambu yang disebar memang belum cukup meskipun Palang Merah Indonesia sudah membantu,” katanya.

Dinas Kesehatan setempat, terus melakukan upaya deteksi dini, dengan memeriksa darah warga menggunakan alat pendeteksi khusus. Namun sejauh ini, belum ada laporan dari selain ke-tiga kecamatan yang terjangkit malaria, tersebut. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...