Lumpia Bali Lebih Beragam Isiannya

Editor: Koko Triarko

353
DENPASAR – Lumpia merupakan salah satu kuliner khas Nusantara. Berbagai daerah memiliki rasa dan variannya tersendiri. Jika di Semarang, Jawa Tengah, Lumpia atau Lumpiang hanya satu jenis, yaitu gorengan dengan isian wortel dan daun kol, namun di Bali, kuliner ini merupakan gabungan berbagai gorengan yang berisi bakwan, tahu dan tempe yang dipotong kecil-kecil.
Selain itu, perbedaan lain terletak pada bumbunya. Jika kebanyakan kue lumpia menggunakan adonan saus tomat, lumpia Bali dilumuri bumbu kental berwarna kecoklatan yang merupakan campuran dari kacang, tauco, sedikit kecap manis dan bumbu lainnya.
Di Bali, banyak dijumpai penjual lumpia, seperti di kawasan pantai, pasar atau taman Kota. Gorengan lumpia biasanya dijajakan oleh pedagang keliling dengan memakai kotak berisi gorengan dan kotak tersebut dibawa di atas kepala sang penjual Lumpia.
Maisaroh, penjual lumpia Bali di Taman Puputan, Kota Denpasar. -Foto: Sultan Anshori.
Seperti yang terlihat di Lapangan Puputan, Kota Denpasar. Dari sekian banyak penjual Lumpia, Maisaroh, salah satunya. Setiap hari, ia menjual barang dagangannya itu.
“Dari pukul empat sore hingga delapan malam,” ucap Maisaroh, saat ditemui Sabtu, (6/10/2018).
Maisaroh menambahkan, perbedaan lain terletak pada ukuran lumpia Bali dengan lumpia lain dari luar. Ukuran lumpia Bali lebih kecil dibandingkan dengan jenis lumpia pada umumnya.
Menurut wanita yang tinggal di Kampung Jawa, Kota Denpasar, ini, untuk membeli lumpia pembeli bisa melakukan request isian. Artinya, tidak harus lengkap setiap porsi lumpia diisi gorengan seperti tempe, tahu, lumpia dan ote-ote. Melainkan bisa satu jenis gorengan saja. Namun, kata Ibu dua anak ini, kebanyakan para pembeli lebih suka dengan isian komplit.
“Untuk harga jual seporsi lumpia lima ribu rupiah. Biasanya hari libur pembeli pada ramai, karena pas liburan dengan keluarga di taman kota ini,” katanya lagi.
Penggemar lumpia berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga dewasa. Erni, salah seorang warga yang kebetulan juga membeli lumpia kepada Maisaroh, mengatakan, lumpia sangat disukai oleh keluarganya. Selain murah meriah, lumpia paling cocok dimakan ditemani nasi. Rasanya yang agak asin cocok sebagai alternatif lauk.
“Ya, kalau lagi tidak ada lauk di rumah kadang beli ini untuk penggantinya. Anak-anak di rumah juga suka,” kata Erni.
Baca Juga
Lihat juga...