MA Pastikan Aktivitas Pengadilan di Sumenep Pacagempa, Normal

Editor: Koko Triarko

98
Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah -Foto: M Hajoran
JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) memastikan, aktivitas di Pengadilan di Sumenep, Jawa Timur, berlangsung normal, dan tidak terpengaruh oleh gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali. Personel hakim dan karyawan Pengadilan semua dalam keadaan sehat dan aman terkendali.
“Dapat kami pastikan, aktivitas Pengadilan di Sumenep pascagempa tetap normal, rumah dinas dan bangunan PN Sumenep dalam kondisi aman. Begitu juga dengan para hakim dan karyawan, semua dalam keadaan sehat dan terkendali,” kata Kepada Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, di Gedung MA, Jakarta, Kamis (11/10/2018).
Abdullah mengatakan, Pengadilan Negeri Sumenep akan tetap buka seperti hari biasa, meskipun sejumlah wilayah di Sumenep mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
“Meskipun pascagempa ada rumah dan infrastruktur yang rusak, tapi PN Sumenep tetap buka seperti biasanya, karena tidak terganggu,” ujarnya.
Abdullah menjelaskan, pihaknya sudah dapat laporan dari PN Sumenep, bahwa gempa yang terjadi tidak berdampak pada gedung dan rumah dinas para hakim dan karyawan, sehingga operasional PN Sumenep tetap berjalan normal.
Lebih jauh, Abdullah mengatakan, MA sangat bersyukur, kekuatan gempa yang mengguncang Jawa dan Bali tidak terlalu berdampak pada warga, meskipun ada korban meninggal dunia, tapi tidak banyak, bila dibandingkan dengan Lombok dan Palu.
Gempabumi dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018), pukul 01.57 WIB. BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah Timur Laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada kedalaman 12 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.
“Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD Provinsi Jawa Timur. Data sementara dampak gempa dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep Jawa Timur,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melalui keterangan tertulis.
Baca Juga
Lihat juga...