Mekarsari dan Damandiri Kerjasama Membudidayakan Melon Hibrida Mekarsari SH1

Editor: Mahadeva WS

398

CILACAP – Pengembangan budidaya melon varietas unggul Melon Hibrida Mekarsari SH1, hasil kerja sama Taman Buah Mekarsari dan Yayasan Damandiri, di Desa Mandiri Lestari Madura, Wanareja, Cilacap, diharapkan dapat menjadi langkah awal mengatasi ketergantungan Indonesia terhadap buah impor. 

Dengan potensi yang dimiliki, Desa Madura yang merupakan Desa Binaan Yayasan Damandiri, diproyeksikan dapat menjadi pilot project atau daerah percontohan pengembangan buah melon lokal. Terutama budi daya buah yang tidak saja memiliki keunggulan dari sisi kualitas dan rasa, namun juga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan seluruh petani.

Direktur Utama Taman Buah Mekarsari Mamiek Soeharto, – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Kita harapkan ini dapat menjadi pilot project yang bisa diikuti desa-desa atau propinsi lain di Indonesia. Tentu dengan dukungan dan kerjasama pemerintah. Jika terus dikembangkan saya optimis, suatu saat kita tidak perlu lagi impor buah dari luar negeri,” ujar Direktur Utama Taman Buah Mekarsari, Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto, usai panen perdana Melon Hibrida Mekarsari SH1, hasil pengembangan tim pemuliaan Taman Buah Mekarsari di lahan percontohan desa Madura, Wanareja Cilacap, Sabtu (13/10/2018).

Mamiek Soeharto memanen Melon Hibrida Mekarsari SH1, didampingi Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaya, dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Mamiek Soeharto menegaskan, Taman Buah Mekarsari, merupakan plasma nutfah terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara yang didirikan oleh almarhumah Ibu Tien Soeharto.

Melalui tim pemuliaan tanaman yang dimiliki, Mekarsari banyak menghasilkan berbagai varietas tanaman buah lokal unggul, yang tidak kalah dengan buah produk luar negeri. “Selama ini kita banyak melakukan berbagai penelitian dan pengembangan pemuliaan tanaman, khususnya tanaman buah lokal tropis Indonesia. Semua itu dilakukan untuk meneruskan cita-cita almarhumah Ibu Tien. Dan ini salah satu contoh upaya kita. Memanfaatkan hasil penelitian itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani,” tambahnya.

Uji coba pengembangan Melon Hibrida Mekarsari SH1, baru pertama kali dilakukan, yaitu di Desa Madura. Desa tersebut dipilih karena memiliki banyak lahan kosong, yang tidak dimanfaatkan setiap kali kemarau. Hal itu dikarenakan, adanya pola tanam padi yang hanya mengandalkan sistem tadah hujan.

“Karena itu, kita coba berdayakan. Apalagi melon ini tidak menggantikan usaha pertanian yang sudah ada. Justru petani akan mendapatkan tambahan keuntungan. Harapkan kita ini dapat menarik minat petani untuk menananam buah lokal,” ungkapnya.

Direktur Utama Taman Buah Mekarsari Mamiek Soeharto, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaya saat melakukan panen perdana Melon Hibrida Mekarsari SH1di desa Madura Wanareja Cilacap – Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, Ketua Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaya menegaskan, percontohan budidaya melon di Desa Madura, bukan sekedar kegiatan simbolis. Namun, menjadi langkah awal meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di masa depan.

“Kegiatan ini tidak sekedar hanya kegiatan simbolis. Tapi merupakan uji coba sekaligus sebagai percontohan. Jika berhasil, nanti akan terus dikembangkan dan diteruskan. Sehingga petani lain bisa belajar ke sini. Nanti kan terus kita latih dan kita dampingi, termasuk soal permodalan,” jelasnya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, terlihat begitu bersemangat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, yang digagas Yayasan Damandiri dan Taman Buah Mekarsari di desa Madura. Ia menyebut budidaya Melon Hibrida Mekarsari SH1, memiliki potensi bisnis yang sangat besar untuk dikembangkan.

“Dengan potensi budidaya melon yang luar biasa ini, saya yakin pemodal atau investor akan datang dengan sendirinya, bahkan rebutan. Saya bupati bersama kepala dinas akan turun langsung ke lapangan memantau pengembangan budidaya melon ini. Soal lahan, di Cilacap ini masih ada puluhan bahkan ratusan hektare yang belum dimanfaatkan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...