Menaker Ingatkan Calon TKI di Sikka Penuhi Tiga Hal

Editor: Koko Triarko

143
MAUMERE – Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Hanif Dhakiri, meminta agar masyarakat di Kabupaten Sikka, untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, sebelum bekerja di luar negeri atau menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
“Sebelum ke luar negeri, ada tiga hal yang harus dipersiapkan, seperti siap mental serta fisik, skill atau keterampilan dan menguasai bahasa asing. Bila tiga hal tersebut belum bisa terpenuhi, maka lebih baik berdiam diri di rumah saja,” sebutnya, Rabu (10/10/2018).
Dikatakan Hanif, dirinya datang ke kabupaten Sikka dan mengunjungi Desa Done di kecamatan Magepanda, sebab desa ini dalam catatan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, merupakan salah satu desa yang 50 persen warganya menjadi TKI.
“Kami diminta presiden untuk membuat berbagai program yang bsia dipergunakan sebagai alat untuk menangani desa-desa kantong TKI, termasuk di desa Done ini. Makanya, kami membuat program desmigratif,” ungkapnya.
Dengan program desmigratif ini, kata Hanif, masyarakat di desa bisa mendapatkan pelayanan dan perlindungan. Sebab, calo tenaga kerja itu selalu ada di desa dan mengiming-imingi masyarakat dengan jaminan yang layak kalau bekerja di luar negeri.
“Tekanan ekonomi membuat masyarakat sering tergoda bujuk rayu calo dan menghalalkan segala cara untuk bekerja sebagai TKI, sehingga negara hadir di desa untuk memberikan pelayanan dan perlindungan,” ungkapnya.
Hanif juga meminta, agar petugas Tenaga Kerja Mandiri yang berada di desa migratif, bertanggung jawab untuk memberikan pencerahan sejak dini kepada masyarakat di desa, terkait apa saja yang harus dipersiapkan kalau ingin menjadi TKI.
“Saya berharap, agar ke depan TKI tidak melahirkan TKI, tetapi melahirkan dokter, lurah, camat, bupati, menteri, bahkan suatu saat orang tua yang bekerja sebagai TKI anaknya bisa menjadi presiden,” harapnya.
Bernadus Bode, warga Done, mengaku sangat merasa senang atas kunjungan menteri tenaga kerja dan transmigrasi bersama rombongan, dan berharap dengan adanya program desmigratif, masyarakat di Desa Done bisa mendapatkan pelatihan keterampilan secara gratis.
“Kami berharap, dengan adanya program ini masyarakat Desa Done mendapat pelatihan secara gratis .Kendala kami, jaringan internet di Desa Done sangat sulit sekali diakses,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Romanus Goleng, menyebutkan, di kabupaten Sikka sejak 2017 program desmigratif masuk ke kabupaten Sikka.
“Ada tiga kelompok tenaga kerja mandiri yang didampingi oleh tenaga yang sudah mendapatkan pelatihan. Juga ada bantuan untuk pengembangan produk lokal, agar bisa memberikan pendapatan bagi mantan TKI,” sebutnya.
Baca Juga
Lihat juga...