Meski tak Punya Handphone, Pemuda Lulusan SMK ini Sukses Bikin Game Online

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

403

BALIKPAPAN — Di era digital, rasanya tak mungkin ada warga negara Republik Indonesia yang belum punya telepon seluler alias hape. Karena benda satu ini bukan hanya alat komunikasi, melainkan sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup.

Tapi itulah kenyataan yang dialami Habib Abdullah Wahyudi. Pemuda 20 tahun asal Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Yang membuat dia istimewa yakni meski tanpa hape, dia mampu menciptakan game online yang dimainkan dan disukai ribuan orang.

Game berbasis internet berjudul Our Last Stand: The Arena, sudah diunduh lebih dari 10 ribu kali. Permainan ini digunakan para penggemar dari dalam dan luar negeri. Banyak komentar positif dari para pengguna, setelah menjajal permainan itu.

Namun, akibat keterbatasan alat yang dimilikinya, permainan itu baru dapat dinikmati dari komputer desktop maupun laptop.

“Ketika bikin game ini, saya tak punya hape. Saya baru punya, beberapa minggu ini setelah banyak yang mengunduh,” pengakuan pemuda tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Samarinda kepada jurnalis Cendana News, Selasa (23/10/2018).

Habib mengaku beli ponsel setelah mendapatkan penghasilan dari para pemasang iklan dari game yang dia buat. Melihat tingginya para pengguna telepon seluler, Habib tengah menyiapkan dapat berjalan di platform android dan apple.

Our Last Stand: The Arena merupakan permainan berjenis petualangan dan pertarungan. Pemain harus mampu mengalahkan mayat hidup alias zombie untuk mencapai peringkat terbaik. Jika mampu mengalahkannya, pemain dapat melanjutkan ke level selanjutnya.

Untuk membedakan dengan game sejenis, Habib banyak menggunakan konten lokal. Seperti nama lokasi, hingga nama player yang sangat Indonesia.

Habib Abdullah Wahyudi. Foto: Ferry Cahyanti

Habib mengisahkan, ketertarikannya membuat game bermula dari hobi saat sekolah. Sesuai dengan jurusan yang ia pilih di sekolah, ia akhirnya mencoba menjadi pelaku ekonomi kreatif dengan menciptakan game online maupun offline.

Permainan pertama dibuat 2015. Saat itu permaianan yang dia buat masih sederhana.

“Kemudian 2017, mulai bikin Our Last Stand: The Arena. Versi pertama ini masih offline,” kata pria yang lulus jurusan software ini.

Ia terus mengembangkan permainan ini, hingga pada 3 Maret 2018, tersedia versi online.

“Baru sebulan kemudian saya berani merilis versi penuh untuk para pecinta game di seluruh dunia,” katanya.

Nama Habid Abdullah Wahyudi semakin melambung sebagai kreator game setelah tampil di ajang Bekraf Developer Day yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga
Lihat juga...