Misi Kemanusiaan, Relawan Jember Berangkat ke Palu

Editor: Satmoko Budi Santoso

204

JEMBER – Enam orang relawan Jember Disaster Response (JDR) dan Sekolah Penanggulangan Risiko Bencana (SPRB) Jember diberangkatkan ke Palu untuk aksi kemanusiaan terhadap korban bencana gempa dan tsunami Palu Donggala.

“Keenam relawan yang kita berangkatkan ke Palu di antaranya Arief Lukman Hakim, Syahrul Maulidi Pohan, Faiz Firmansyah, Sultan Ahmad Affandi, Yoni Setiawan, dan Amir Faisol. Namun mereka berangkat swadaya,” terang wakil Ketua JDR, Mamang Pratidina kepada Cendana News, Senin (1/10/2018).

Menurut Mamang, sebelumnya, keenam relawan tersebut bertolak ke Malang untuk bergabung dengan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur. “Mereka berangkat ke Palu dengan menumpang pesawat Hercules TNI AU dari Lanud Abdul Rahman Saleh,” terangnya.

Wakil Ketua JDR, Mamang Pratidna. Foto: Kusbandono.

Tugas utama yang akan mereka kerjakan adalah membantu posko penanganan bencana tsunami Palu untuk melakukan assessment pasca-bencana. Misalnya pendataan dan pemetaan berbagai kebutuhan sebagai dampak gempa dan tsunami.

Jika kemudian pihak penanggulangan bencana setempat menginstruksikan untuk dilakukan pencarian dan evakuasi korban, maka keenam relawan tersebut juga siap melakukan perintah tersebut.

“Bila posko masih bekerja pada taraf evakuasi dan pencarian korban, 6 relawan tersebut juga akan turut serta melakukan kegiatan tersebut. Mengingat di lokasi bencana hingga saat ini masih banyak jasad warga korban tsunami belum terevakuasi,” jelasnya.

Lebih jauh Maman menyampaikan, pihaknya juga sudah memberikan misi tambahan kepada 6 relawan tersebut untuk mendata korban bencana asal Kabupaten Jember. “Kita akan membuka posko pengaduan untuk korban asal Jember. Seperti yang sudah kita lakukan pada saat bencana tsunami Aceh 2004 silam,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, puluhan warga Jember turut menjadi korban dalam peristiwa bencana gempa dan tsunami Palu Donggala.

20 orang ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang ditemukan dalam kondisi luka-luka, 21 orang belum ditemukan, dan dua orang dalam kondisi meninggal dunia. Dua korban meninggal ialah Sulaiman dan Zubaidah, pasangan suami asal Desa Curah Lele, Kecamatan Balung.

Sayangnya, saat dikonfirmasi awak media, sejumlah staf BPBD Jember tidak bersedia menyampaikan terkait tindak lanjut penanganan terhadap para korban, karena belum ada petunjuk dari Kepala BPBD Jember. Kepala BPBD Jember sendiri, Rasyid Zakaria, hingga saat ini belum bisa dimintai komentar.

Baca Juga
Lihat juga...