Mobil Pelat Merah Membuang Sampah di Kali Mati

Editor: Mahadeva WS

210

MAUMERE – Bupati Sikka Roberto Diogo Idong menyiapkan petugas untuk mengambil foto warga dan siapa saja staf pemerintah, yang membuang sampah di sepanjang kali mati hingga pesisir pantai di Kota Maumere. Khususnya saat malam hari.

Bupati Sikka Roberto Diogo Idong (kiri). Foto : Ebed de Rosary

“Nanti di sini kita tempatkan pemantau. Dia akan foto siapa-siapa saja yang suka buang sampah di sini. Pengusaha atau pejabat, saya akan ambil tindakan,” kata Robi, sapaan akrab Bupati Sikka, Jumat (5/10/2018).

Di 100 hari pertama Robi menjabat, akan fokus membenahi pengelolaan sampah yang memenuhi Kota Maumere. Masih ditemukan praktik membuang sampah secara sembarang di daerah tersebut. “Saya perlu melihat secara langsung tempat-tempat yang biasa dijadikan pembuangan sampah secara sembarangan, untuk menyusun rencana secara lebih tepat, tentang cara mengelola sampah sekaligus cara menata drainase kota Maumere,” tandasnya.

Pemerintah daerah menginginkan, Kota Maumere bebas sampah dan bebas
banjir di 100 hari pertama Robi menjabat. Hal tersebutlah yang mendorongnya, untuk turun dan berbicara dengan masyarakat secara langsung dengan masyarakat di lokasi penampungan sampah, termasuk di pasar-pasar tradisional.

Kadijah, salah seorang warga yang diajak berdialog oleh Robi melaporkan, di malam hari para pembuang sampah liar sering membuang sampah di kali mati menggunakan mobil, termasuk mobil milik pemerintah berpelat nomor merah. “Saya lihat, biasanya malam-malam itu orang datang membuang sampah di sini, pake mobil, Pak. Ada juga yang pakai mobil  plat merah,” tutur Kadijah.

Mendapatkan laporan tersebut, Bupati Robi tampak terkejut. Spontan hal tersebut langsung direspon dengan menyiapkan petugas penjaga, agar siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan bisa langsung ditangkap.

Saat meilihat lokasi di taman doa patung Kristus Raja Maumere, yang selalu menjadi langganan banjir dan air tergenang. Robi meminta, agar saluran air digali lebih dalam lagi, agar air dari ketinggian tidak tersumbat dan menggenangi areal sekitar taman doa dan pelabuhan Laurens Say Maumere.

Melihat kondisi di lapangan, Robi merencananakan untuk membangun saluran drainase yang terhubung dengan sungai-sungai besar. “Drainase Kota Maumere akan kita bangun pelan-pelan, dengan target 2020 harus selesai. Kita mesti bisa menciptakan Kota Maumere sebagai kota bebas banjir dan sampah,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...