Nobar Film G 30 S PKI, Menjadi Refleksi Kebangsaan

Editor: Makmun Hidayat

294

JAKARTA — Ketua Penyelenggara Nonton Bareng (Nobar) Film G 30 S PKI, Sonny Fujisasono mengatakan, nobar film ini untuk memberikan edukasi kepada calon legislatif (caleg) Partai Berkarya bahwa bangsa ini pernah memiliki sejarah kelam.

Menurutnya, nobar film G 30 S PKI menjadi refleksi kebangsaan. Film ini hasil lengkap dengan durasi asli 4,6 jam. Kalau yang diputar di tempat lain itu sudah diedit sehingga durasinya tinggal 2 jam.

“Jadi kalau mau lihat lengkap ada di film yang kami putar malam ini. Bagaimana peran Pak Harto lengkap semua ada di sini. Kalau di luar justru peran Pak Harto banyak dipotong atau disamarkan semua,” kata Sonny kepada Cendana News ditemui di sela-sela acara nobar di gedung perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Minggu (30/9/2018) malam.

Nobar Film G 30 S PKI ini menurutnya, sekaligus sebagai pembekalan bagi 500 caleg DPR RI yang dilepas untuk bertugas ke 80 daerah pemilihan.

Biasanya para caleg DPR RI dilepas ke daerah oleh partai-partai lain dengan memberikan wejangan. Tapi menurut Sonny, Partai Berkarya berbeda mengajak para caleg dengan nobar film G 30 S PKI.

Menurut Sonny, nobar ini merupakan pencerahan bagi caleg DPR RI Berkarya agar paham sejarah kelam bangsa. Dia berharap dari nobar ini, para caleg Berkarya bisa ambil inti sari dari film ini. Karena menurutnya, gejala paham komunis sekarang sudah tumbuh dan berkembang di masyarakat. Bahkan sudah merasuk salah satu parpol peserta pemilu.

“Oleh karena itu, Berkarya konsisten menjaga marwah apa yang diperjuangkan oleh Jenderal Besar HM Soeharto dengan istilah penghianatan G 30 S PKI,” ujarnya.

Dia menegaskan, nobar ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda yang dalam usia yang tidak pernah mengalami secara langsung mengenai penghianatan dan pemberontakan G 30 S PKI.

Raslina Rasidin, Caleg DPR RI Partai Berkarya dapil Jabar – Foto: Sri Sugiarti

Raslina Rasidin, caleg DPR RI Dapil Jawa Barat menambahkan, film G 30 S PKI adalah pesan moral sejarah kelam bangsa Indonesia yang harus diketahui oleh masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenia.

“Sejarah itu tidak bisa dibeli, film G 30 S PKI ini bukti nyata sejarah bangsa Indonesia,” ujar Raslina kepada Cendana News.

Dia berharap masyarakat tidak boleh terprovokasi dengan hal-hal yang nantinya timbul perbedaan dalam berpikir melihat sejarah lalu yang kelam. “Film ini adalah pesan moral yang harus kita pahami,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...