NPC Jember dan Yonif 509 Gelar Paralympian Games 2018

Editor: Mahadeva WS

172

JEMBER – Semaraknya penyelenggaraan Asian Para Games 2018, sangat terasa suasananya dalam kompetisi tiga cabang olahraga (cabor), bertajuk Paralympian Games 2018, yang diselenggarakan oleh kesatuan Batalyon Infantri (Yonif) Raider 509 Kostrad dan National Paralympic Commitee (NPC) Jember, Sabtu (13/10/2018).

Puluhan atlet penyandang disabilitas Jember, antusias mengikuti kompetisi tersebut. Meski hanya memperlombakan tiga cabor, tidak mengurangi antusias mereka untuk bertanding. Tiga cabor yang dipertandingkan adalah, catur, tenis meja, dan bulu tangkis.

Komandan Yonif Raider 509 Kostrad, Letkol. Inf. La Ode Muhammad Nurdin mengatakan, kompetisi tersebut digelar untuk menyemarakkan perhelatan Asian Para Games 2018, sekaligus dalam rangka HUT 73 TNI. “Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games 2018 dimana Jumat (13/10/2018), adalah penutupannya, juga selaras dengan semangat inklusi bagi masyarakat Jember, oleh sebab itu kami menyelenggarakan kompetisi olahraga difabel ini,” kata La Ode, (13/10/2018).

La Ode menjanjikan, kompetisi olahraga difabel tersebut, akan menjadi ajang tahunan. Dan untuk penyelenggaraan berikutnya, akan menambah cabor seperti, atletik, renang serta tolak peluru. “Kami telah berkoordinasi dengan para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui NPC Jember, yang kali ini mendampingi para atlet muda berkompetisi, ke depannya kami akan sinergi, jadi kami sediakan tempat olahraganya untuk mereka,” tambahnya.

Ketua NPC Jember, melalui Ketua Biro Pembinaan Atlet NPC Jember, Rubaiyah mengatakan, pihaknya sangat mengapreasiasi program dari Yonif Raider 509, untuk ramah difabel. NPC Jember mengirimkan 22 atlet dalam kompetisi tiga cabor tersebut. “Para atlet sangat antusias mengikuti lomba, terutama atlet-atlet muda yang berasal dari SLB, meski pun dia tidak begitu bisa tapi dia berusaha bisa,” kata Rubaiyah, yang merupakan guru olahraga SLB Negeri Patrang Jember.

Lebih lanjut Ruba’iyah berharap, kompetisi yang berkelanjutan dari NPC Jember. Hal itu dibutuhkan untuk menambah jam terbang atlet difabel Jember, sehingga pada akhirnya bisa melahirkan atlet professional. “Ini baru awal yang sangat baik untuk membangun kolaborasi NPC dan Yonif 509 sebagai upaya pembinaan olahraga bagi penyandang difabel di Jember untuk menggali potensi atlet yang luar biasa tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...