Orang Muda di Inggris Banyak yang Berpaling dari Alkohol

176

LONDON  – Seperempat orang muda di Inggris, yang berusia 16 sampai 24 tahun, menggolongkan diri mereka sebagai bukan peminum alkohol, demikian satu studi di London pada Rabu (10/10).

Penelitian oleh University College London mengatakan, tidak minum alkohol makin menjadi kecenderungan di kalangan generasi muda, dan makin banyak pemuda yang berusia 16 sampai 24 tahun di Inggris benar-benar menghindari alkohol. Para peneliti mengatakan, kondisi itu memperlihatkan bahwa norma seputar konsumsi alkohol tampaknya berubah.

Dr. Linda Ng Fat, penulis utama studi itu, mengatakan, “Peningkatan di kalangan generasi muda yang tidak minum alkohol didapati di seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah utara atau selatan Inggris. Misalnya, di kalangan warga kulit putih, mereka yang mengenyam pendidikan penuh, yang bekerja dan di seluruh kelas sosial maupun kelompok yang lebih sehat.”

Wanita peneliti tersebut mengatakan, peningkatan jumlah non-peminum alkohol didapati di banyak kelompok yang berbeda. Kecenderungan itu diduga disebabkan oleh banyak faktor budaya.

“Peningkatan di kalangan generasi muda yang memilih untuk tidak minum alkohol menunjukkan perilaku ini mungkin menjadi makin dapat diterima, sementara perilaku berbahaya seperti minum dalam jumlah banyak menjadi kurang normal,” tambah Ng Fat, ahli terkenal mengenai kecenderungan konsumsi alkohol di kalangan generasi muda.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal medis BMC Public Health, mendapati lebih dari 25 persen pemuda sekarang menggolongkan diri mereka sebagai “bukan peminum”.

Data dari survei tahunan kesehatan Inggris yang diteliti oleh para peneliti mendapati, pemuda yang berusia 16-24 tahun yang tidak mengkonsumsi alkohol telah naik selama masa 10 tahun dari 18 persen jadi 29 persen.

Pada 2005, jumlah itu memperlihatkan bahwa 43 persen pemuda mengakhiri mengonsumsi alkohol lebih dari batas yang disarankan. 10 tahun kemudian jumlah tersebut juga telah turun menjadi 28 persen.

Tapi, studi atas 10.000 pemuda itu juga mendapati bahwa peningkatan jumlah orang yang tidak minum alkohol tak terlihat di kalangan perokok, etnik minoritas dan orang dengan kesehatan mental buruk. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...