Pabrik Gula Tebu Tabek, Semangat Membangun Ekonomi Secara Swadaya

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

287

SOLOK — Hidup di daerah yang jauh dari pusat perkotaan, tidak harus buntu ide dalam mengembangkan perekonomian. Dengan potensi alam yang ada juga dapat memberikan banyak manfaat. Hasil alam, seakan seperti sajian yang harus disantap, meski butuh cara untuk menikmati hal yang demikian.

Seperti yang ada di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Daerah yang terbilang cukup jauh dari pandangan perkotaan ini, memiliki usaha yang dijalankan secara swadaya oleh masyarakat setempat, yakni pabrik Tebu.

Adanya pabrik ini, tentu mempunyai alasan. Karena daerah Jorong Tabek ini pada umumnya masyarakat setempat berkebun tabu. Tidak hanya menjadi isi perkebunan, tapi juga menjadi penyisip tanah yang kosong, yang berada di halaman rumah masyarakat.

Tebu-tebu di sana, soal rasa tidak lagi diragukan. Daerah yang berjarak sekira 12 kilometer dari perjalan Alahan Panjang yang merupakan sentra bawang merah di Sumatera Barat ini, memiliki cuaca yang cukup dingin. Kondisi yang demikian, disebut oleh masyarakat setempat yang membuat rasa yang manis.

Lahirnya pabrik tebu itu, berawal dari adanya peran Koperasi Serba Usaha Tabek. Namun keberadaannya tidaklah serta merta dibangun secara total oleh KSU . Tapi, sejumlah peralatan dan kondisi bangunan turut dibantu oleh PT Astra International Tbk, yang juga telah menjadikan daerah tersebut, sebagai Kampung Berseri Astra.

Ketua KSU Tabek, Yenirman/Foto: M. Noli Hendra

Ketua KSU Tabek, Yenirman mengatakan, di Jorong Tabek sendiri Kampung Berseri Astra sudah berjalan sejak 2016 lalu. Banyak hal dan kepedulian yang telah diberikan untuk masyarakat di Jorong Tabek. Salah satunya adanya pabrik tebu yang memproduksi gula merah.

Ia menyebutkan, pabrik gula yang dikerjakan secara swadaya itu telah membantu perekonomian masyarakat setempat. Bekerja secara swadaya yang dimaksud, dimana hasil perkebuna dihantarkan ke pabrik, tanpa harus menerima hasil dari hasil panen tebunya tersebut.

“Untuk menjalankan pabrik ini, bagi yang bekerja tidak harus melamar dan punya persyaratan dan kriteria tertentu. Dikarenakan dikerjakan secara swadaya, tinggal dikoordinasikan saja dengan koperasi yang menjadi penanggungjawab beroperasinya pabrik itu,” katanya, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, untuk menjalankan pabrik ini, terdapat dua orang operator yang ditugaskan di bagian pengawasan proses pemerasan dan pemasakan. Sedangkan tujuh orang lainnya mendapat tugas beragam, mulai dari tukang membelah, menggiling, memasak, dan hingga mencetak gula merahnya.

Setiap harinya pabrik ini mengelola 100 kilogram tebu yang digiling. Dari jumlah itu, turut menghasilnya sekira ratusan kilogram gula merah. Hasil dari pengolahan, KSU mendapatkan jasa Rp5.000 dari setiap belek yang dihasilkan. Dimana dalam satu belek berisi mencapai puluhan kilogram gula merah.

Yenirman mengakui, semenjak adanya pabrik gula tebu itu, turut membantu perekonomian masyarakat dan memberikan lowongan pekerja baru. Apalagi yang bekerja cukup banyak para pemuda dan pemudi setempat.

“Tidak hanya sebagai penyangga kebutuhan finansial, tapi juga mampu menciptakan kerja saling gotong royong, dan mempererat silaturrahmi sesama masyarakat di Tabek,” sebutnya.

Sejumlah tebu telah dionggokan di halaman pabrik tabue yang ada di di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tebu ini berasal dari hasil perkebunan masyarakat setempat yang dikerjakan secara swadaya/Foto: M. Noli Hendra

Selain itu, berjalannya usaha pabrik gula itu, merupakan salah satu bentuk empat pilar dari Astra, yaitu pilar pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan kewirausahaan. Kemunculan dan kepedulian terhadap pabrik tebu, merupakan salah satu bentuk dipilihnya Jorong Tabek menjadi Kampung Berseri Astra.

Bahkan di Sumatera Barat, Kampung Berseri Astra hanya ada di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo. Sedangkan untuk pilar pendidikan, Astra telah melaksanakan pelatihan kesenian, biodigester, pendataan potensi wisata alam, mendukung pelaksanaan youth silek camp, penyuluhan pertanian, pelatihan kader pariwisata dan pemilihan duta wisata nagari, toilet bersih di sekolah swadaya, pada akhir tahun 2017.

Baca Juga
Lihat juga...