hut

Pantai Kalianda, Destinasi Favorit Habiskan Akhir Pekan

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Sebagian siswa sekolah yang sudah menyelesaikan ujian semester ganjil, memanfaatkan Sabtu (14/10/2018) akhir pekan ini untuk berlibur. Wilayah Kalianda, Lampung Selatan, sejumlah pantai, yang menghadap ke barat Kota Kalianda, menjadi pilihan untuk dikunjungi.

Pantai Kedu Warna, Pantai Ketang, Pantai Alau Alau, Pantai Embe dan sejumlah pantai yang dikelola oleh Grand Elty menjadi pilihan untuk melepas penat di akhir pekan. Jusman (40), warga Kecamatan Palas, mengajak anak-anaknya yang duduk di bangku SD, untuk berlibur setelah menyelesaikan ujian semester ganjil.

Jusman memilih pantai Ketang, yang masih belum dikelola oleh warga, bahkan dikenal dengan pantai yang masih gratis. Hal tersebut berbeda dengan sejumlah pantai lain, yang mulai dikelola dengan pagar, serta fasilitas lain sehingga pengunjung harus membayar tiket masuk.

Mengajak serta satu keluarga yang berjumlah belasan orang, Jusman memilih pantai yang tidak harus membayar tiket. Pantai menghadap ke arah barat memiliki pasir putih, serta bebatuan sisa ledakan Gunung Krakatau. Lava beku yang menjadi bebatuan warna hitam tersebut, menjadi penghalang alami dari terjangan ombak dan memunculkan laguna di sejumlah titik.

Anak anak bermain mencari kerang di pantai [Foto: Henk Widi]
Laguna yang dikelola oleh pemilik modal, diantaranya diberi nama Laguna Helau dan kini dikenal dengan alau-alau resort. Laguna alami berada di tepi jalan, kerap digunakan warga untuk bersantai dan disukai anak-anak untuk bermain air, tanpa takut ombak besar. “Bebatuan sisa letusan Krakatau ratusan tahun silam menjadi penghalang alami membentuk laguna, tiap sore pada akhir pekan selalu ramai keluarga mengajak anak anak bermain menikmati suasana menunggu matahari terbenam,” terang Jusman saat ditemui Cendana News, Minggu (14/10/2018).

Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk mengajak anak berlibur, karena saat itu, Dirinya yang bekerja sebagai seorang pegawai swasta juga libur. Momen mengajak keluarga ke pantai, sekaligus menjadi waktu makan bersama dengan tradisi bancakan. Tradisi bancakan sering dilakukan saat momen khusus, sebelum panen, jelang Ramadan, serta acara istimewa. Seiring perjalanan waktu, kegiatan makan bersama tersebut mulai diterapkan saat berwisata, untuk menciptakan keakraban antar anggota keluarga.

Semua makanan berupa nasi, sayur, lalapan dan sambal disiapkan dari rumah untuk bancakan. Khusus untuk ikan serta ayam bakar sebagai lauk, kerap dibakar di pantai, sekaligus menikmati suasana kebersamaan, dengan kerabat, saat membakar atau memanggang ikan, serta daging ayam yang telah diberi bumbu. “Momen kebersamaan di pantai bersama keluarga pada akhir pekan bersamaan dengan akhir ujian semester ganjil sebagai hadiah bagi anak dengan rekreasi,” beber Jusman.

Herianto (40), salah satu warga Sidomulyo mengajak keluarganya berwisata di pantai. Pantai Ketang Kalianda menjadi pilihan, karena akses jalan yang mudah dilalui. Pantai tersebut memiliki kontur berpasir, dengan bebatuan di tepi. Pohon pandan laut sebagai peneduh dan rerumputan yang masih menghijau juga dapat dengan mudah ditemui.

Ditempuh dari pusat Kota Kalianda selama hampir 45 menit, pantai mudah dijangkau. “Akhir pekan tetap ramai orang berkunjung, tapi akan lebih ramai lagi ketika libur panjang lebaran maupun tahun baru,” ujar Herianto.

Berwisata di pantai saat kemarau membuat tidak mengkhawatirkan hujan. Meski harus memanfaatkan peneduh di sejumlah gubuk yang disediakan sejumlah warga, yang juga mulai berjualan di sekitar pantai. Jajaran pantai alami yang sebagian dikelola oleh masyarakat secara swadaya, menjadi pilihan warga dengan budget terbatas.

Meski ada pilihan untuk berwisata di pantai yang lebih bagus, Dia memilih pantai yang tanpa harus mengeluarkan biaya cukup banyak. Pantai berpasir putih dipergunakan untuk bermain anak-anak saat air surut. Meski dikenal sebagai pantai dengan ombak yang cukup tinggi, di sejumlah titik keberadaan batuan penghalang membentuk laguna bisa digunakan untuk berenang. Sejumlah warga menyewakan pelampung dari ban dalam, jika pengunjung tidak membawa dari rumah. Bermain mencari kerang juga salah satu cara menikmati berlibur di pantai.

Deni (11), salah satu anak pengunjung, sejak Sabtu (13/10/2018) sudah menyelesaikan ujian semester ganjil. Oleh orangtuanya Dia diajak berlibur di pantai untuk bermain air dan mencari kerang. Membawa pelampung dengan bentuk bebek serta pelampung ban bekas, setiap liburan Dia selalu mengajak sang ayah mengunjungi objek wisata. Wisata di tepi pantai menjadi salah satu pilihan untuk bermain membuat istana pasir, serta bermain bola di air menghabiskan akhir pekan.

Lihat juga...