Pasar Alok Kotor, Pembeli tak Betah Berlama-Lama

Editor: Satmoko Budi Santoso

128

MAUMERE – Kondisi pasar Alok Maumere yang merupakan pasar induk di Kabupaten Sikka semakin jorok dan dipenuhi sampah membuat para pembeli semakin hari semakin malas datang ke pasar dan membuat pasar semakin sepi.

“Para pembeli pasti tidak bisa lama-lama berada di pasar Alok karena kondisi pasar yang bau dan kotor. Karena itu, sebagai pedagang, kita sendiri yang harus buat pasar ini jadi ramai,” ujar Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, Kamis (4/10/2018).

Dikatakan Yosef, Bupati Sikka yang baru, Roberto Diogo Idong, telah berkomitmen untuk melakukan penataan kembali Pasar Alok agar semua pedagang mendapat tempat jual yang layak dan nyaman.

Indra salah seorang pedagang yang berjualan sembako di pasar Alok Maumere. Foto : Ebed de Rosary

“Pengangkutan sampah harus dilakukan setiap enam jam sehingga tidak lagi ditemukan sampah yang berserakan di dalam pasar. Pada waktu mendatang, semua PNS dari semua kantor pemerintahan turun ke pasar membersihkan semua sampah,” tuturnya.

Yosef memastikan, anggota Satpol PP akan turun ke pasar dan mengawasi siapa saja pedagang yang membuang sampah sembarangan. Bila tertangkap tangan maka akan diperoses hukum Tipiring sesuai dengan peraturan daerah.

Ismail, salah seorang pedagang pasar Alok mengaku, sebagai pedagang dirinya sependapat dengan langkah yang akan diambil pemerintah Kabupaten Sikka agar Pasar Alok yang semrawut ditata menjadi lebih baik.

“Kami semua pedagang mendukung apa yang dilakukan pemerintah dan akan kerja sama dengan petugas kebersihan dan pemerintah,” tuturnya.

Ismail mengaku, siap ditegur dan diberi sanksi bila pihaknya melanggar dan membuang sampah sembarangan, menyebabkan kondisi pasar menjadi kotor serta semrawut.

Indra, salah seorang pedagang beras di pasar Alok pun berkata senada dan mendukung apa yang dilakukan pemerintah, tetapi yang terpenting baginya dan pedagang, pemerintah harus membuat pasar Alok ramai dikunjungi pembeli.

“Kasihan kalau pasar tradisional terbesar di NTT ini kian sepi dan ditinggalkan pembeli meski bupati Sikka sudah membebaskan biaya retribusi masuk bagi kendaraan yang datang ke pasar Alok,” tuturnya.

Indra mengakui, kondisi pasar Alok semakin tahun semakin sepi sehingga banyak pembeli yang tidak mampu membayar biaya sewa los dan kios sehingga banyak terjadi tunggakan.

“Pedagang mengeluh karena pembeli semakin sepi. Apalagi sudah banyak pasar dadakan di pinggir jalan dan di TPI Alok sehingga pedagang meminta agar pemerintah memperhatikan kondisi pasar ini,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...